728x90

ad

Hari Air Sedunia, Lobar Didapuk Jadi Tuan Rumah

BIOPORI: Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid saat menanam pohon dengan sistem biopori di sekitar Bendungan Batu Dendeng.

GERUNG
-- Masyarakat seantero bumi bakal memperingati Hari Air Sedunia (HAS) ke 29. Khusus di NTB, seremoni kegiatan ini bakal dipusatkan di Lombok Barat.

Rencananya, HAS 29 bakal diperingati di sekitar Bendungan Dendeng. Bendungan ini berada di Kelurahan Dasan Beres, Kecamatan Gerung.

Dalam HAS kali ini mengusung tema, Mengelola Air, Menjaga Kehidupan. Tujuan kegiatan ini guna mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air ini melalui sinergitas antara pemerintah pusat, daerah dan komunitas masyarakat peduli sungai. Ini penting untuk menjaga kualitas lingkungan. 

"Sangat penting pula peningkatkan kapasitas masyarakat peduli sungai. Ini penting dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan melalui kegiatan penataan lingkungan pengembangan ekonomi masyarakat dan pengelolaan sampah," ucapnya, Selasa (23/3).

Sedianya, rangkaian kegiatan HAS tingkat NTB 2021 meliputi kegiatan kebersihan. Ini dilakukan di sekitar area Bendungan Batu Dendeng.

Kegiatan lainnya berupa gotong royong, pembuatan lubang biopori di sekitar permukiman penduduk. Termasuk pengelolaan sampah dan penataan lingkungan serta penanaman pohon di bantaran sungai dan pelepasan ikan.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid dalam arahannya menyampaikan bahwa peringatan HAS sangat penting. Bukan peringatan seremoni belaka, tapi lebih karena peran penting keberadaan air itu sendiri dalam kehidupan umat manusia.

“Kalau kita tidak kelola air itu dengan baik, banyak maupun bahkan tidak ada bisa menjadi bencana. Wajib hukumnya kita gelorakan bersama untuk terus peduli dengan keberadaan air," kata Fauzan.

Beberapa waktu terakhir kata dia, kesadaran itu seharusnya semakin tinggi pada diri semua pihak. Banyak musibah terjadi karena persoalan air dan saling menyalahkan dan saling lempar. 

Bagi Fauzan, bukan itu yang seharusnya dilakukan namun introspeksi diri dan keinginan untuk berubah. Selain itu, berkolaborasi satu sama lain. Baik itu pemerintah, swasta dan masyarakat, masyarakat dengan komunitas.

Kelompok Masyarakat Peduli Sungai (KMPS ) Batu Dendeng Dusun Dasan Geres memberikan disebutnya memberi contoh yang luar biasa. Ia berharap contoh ini bisa diikuti di tempat lain.

“Biasanya ujian sesungguhnya di dalam mengelola sesuatu ada pada konsistensi, mampu melakukan regenrasi dan juga sejauh mana bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat, dan mudah-mudahan ini semua bisa dilewatkan, “ ungkapnya. 

Sebagai informasi KMPS Batu Dendeng Kelurahan Dasan Geres terbentuk pada  tahun 2018 lalu. KMPS ini mendapatkan jura 1 lomba KMPS tingkat NTB. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar