728x90

ad

Dua NW Sepakat Pilih Berdamai, Ini Isinya

SEPAKAT: RTGB, H Zainuddin Arsani menyaksikan TGB HM Zainul Majdi menandatangani kesepakatan kedua belah pihak.

MATARAM
-- Perseteruan dualisme organisasi Nahdlatul Wathan (NW) nyaris tak berkesudahan. Jalan panjang dan terjal konflik organisasi ini menerpa sekitar tahun  1997 lalu.

Rupanya, kebosanan terhadap perpecahan ini menemui titik cerah. Dua orang simbol NW, (Pancor dan Anjani, Red) bertemu, yakni TGB H Muhammad Zainul Majdi dan RTGB Zainuddin Atsani.

Pertemuan kedua belah pihak ini bersepakat tetang banyak hal. Poin dari kesepakatan itu, TGB HM Zainul Majdi membuat nama organisasi yakni Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Sementara RTGB tetap menggunakan Nahdlatul Wathan (NW). 

Kedua nama itu merupakan karya Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

"Alhamdulillah, suasananya baik. Penuh persaudaraan, saling memaafkan, saling menghargai, saling mengakui," ucap TGB HM Zainul Majdi lewat berbagai pesan WA yang beredar pasca pertemuan, Selasa (23/3).

Kedua petinggi NW ini menyebut di antara mereka memiliki kesetaraan dalam meneruskan perjuangan Maulana Syekh. Padahal, kemarin ada satu organisasi dengan dua kepengurusan, sekarang ada NW dan NWDI.

Pada kesempatan itu, keduanya membuat akta kesepakan untuk tetap meneruskan perjuangan pahlawan nasional yang populer dengan panggilan Tuan Guru Pancor.  "Itu semua ada dalam Akta Kesepakatan Perdamaian," sambung TGB.

Disebutkan, keduanya mengakui keabsahan dan legalitas satu sama lain. Kedua belah pihak saling menghormati, menghindarkan silang sengketa dan perselisihan.

"Insyaalloh bergandengan tangan untuk kemajuan dan kemaslahatan umat dan bangsa," ungkap TGB.

Ditegaskan pula, saat ini semua nahdliyin bebas memilih afiliasi dari semua lembaga tersebut. Para kader yang memilih afiliasi tanpa ada paksaan atau intimidasi dari organisasi.

"Sekolah, madrasah, majelis taklim, panti asuhan, dan seluruh amal usaha Nahdlatul Wathan memiliki kebebasan memilih menginduk kemana, apakah ke NW atau NWDI," tegasnya.

TGB Zainul Majdi menyebut, tidak boleh ada intimidasi, persekusi, perundungan, pengaduan ataupun laporan apapun terkait satu dengan yang lain. Cara ini disebutnya sebagai jalan terbaik saat ini. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi HM. Djamaluddin menegaskan hal itu bukan islah organisasi. Ini semua untuk menghindari mudarat yang lebih besar.

"Karena posisi keduanya setara di mata hukum, tidak ada tuntut menuntut, membully dan lainnya," tegasnya.

Sebelum kesepakatan hari ini, organisasi NW ada yang memegang SK Menkumham dan sekarang tetap dipegang oleh RTGB Zainuddin Tsani. Sekarang Pancor memilih nama organisasi NWDI.

"Jadi ini bukan islah tapi perdamaian," pungkasnya.

Terpisah, Wakil Sekjen PBNW, Syamsul Rizal mengamini hasil pertemuan tersebut. Pihak Pancor menggunakan nama NWDI, sedangan Anjani tetap NW.

"Lambang dan logo juga berbeda. Tapi intinya sama-sama melanjutkan perjuangan Maulanasyekh," ucapnya.

Tak hanya soal simbol dan nama organisasi, Rizal juga membenarkan adanya kesepakatan terkait nilai-nilai yang diperjuangkan. Kedua belah pihak bersepakat melanjutkan apa yang diwariskan pendiri organisasi ini.

Aksi-aksi yang berujung provokasi, silang sengketa dipastikan juga menjadi bahasan pertemuan tersebut. Kedua belah pihak bersepakat menjalankan roda organisasi dengan cara damai tanpa saling runding dan berpolemik.

"Namun ada beberapa item yang kita bicarakan di internal. Akan ada tim kecil. Tim ini membahas hal-hal spesifik," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar