Jejak Terkini

Pekerja Migran Lotim Tercatat 3 Ribu Lebih

WAWANCARA: Kabid Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim, Hirsan saat diwawancarai awak media.

SELONG
--Lombok Timur masih menjadi penyumbang terbesar Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tercatat sejak Januari sampai dengan Maret tahun 2020 sedikitnya ada sekitar 3 ribu lebih PMI Lotim yang bekerja di luar negeri.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim, Hirsan, mengamini hal itu. Setidaknya ada 3 ribuan lebih tahun ini PMI yang teregistrasi berangkat keluar negeri dengan status pekerja migran.

"Dari jumlah itu, ada sekitar 80 persen tertunda keberangkatannya," kata Hirsan, saat ditemui, kemarin (17/11).

Hanya sedikit, lanjutnya, yang sedang proses pemberangkatan lantaran negara tujuan telah membuka kunjungan. Sebut saja seperti Singapur dan Taiwan.

Sampai saat ini, Malaysia masih menjadi favorit negara tujuan para pekerja migran. Sebab di negeri jiran itu pekerja lebih banyak mengadalkan tenaga dengan berkerja di ladang sawit.

Sebenarnya, sebut Hirsan, di Indonesia juga terdapat pekerjaan serupa di Kalimantan. Namun masih terkendala sarpras yang belum memadai.

"Saya tanyak kenapa tidak ke Kalimantan, pertama faktor gaji dan sarprasnya. Nyamuk juga besar di sana," selorohnya.

Hirsan mengakui, masih banyaknya masyarakat memilih sebagai tenaga migran lantaran faktor ekonomi. Di lain sisi, pemerintah belum sanggup menyiapkan lapangan kerja.

Tak heran juga ketika masyarakat, banyak yang memilih menempuh jalur ilegal. Jalur itu terpaksa dilalui karena desakan ekonomi. 

Namun ia meyakini, kejadian pelancong ilegal ini akan berakhir pada 10 tahun kedepan. Sebab pemberangkatan dari tahun 2018 sudah terintegrasi sistem online.

"Karena mereka yang telah berangkat dulu apalagi yang ilegal akan mengalami kadaluarsa," tandasnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar