jejaklombok.com -- Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menerima dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi (hibah RR) pascabencana.
Hibah tersebut diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (5/11) di Jakarta.
Adapun, Lombok Timur mendapat Rp11,377 milar lebih untuk rekonstruksi dan rehabilitasi sejumlah fasilitas yang terdampak bencana beberapa waktu lalu. Salah satunya rekonstruksi jembatan Apitaik-Teko Desa Teko, Kecamatan Pringgabaya.
Selain itu, Jembatan Ulem-ulem Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur dan Jembatan Berang Panas-Jeruk Manis Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur juga mendapat alokasi untuk rekonstruksi.
Tidak hanya itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk rehabilitasi Gedung Sekolah SMPN SATAP 1 Montong GAding Desa Perian, Kecamatan Montong Gading.
Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan terima kasih atas hibah tersebut.
Dia menyebut hibah itu sangat penting guna mendukung percepatan pemulihan infrastruktur terdampak bencana, sehingga aktivitas masyarakat dapat segera pulih sedia kala.
Bupati berharap Pemerintah dapat semakin mendekatkan pelayanan kebencanaan melalui realisasi keberadaan Balai Penanggulangan Bencana di tingkat provinsi.
Dengan demikian jalur koordinasi penanggulangan bencana dapat menjadi lebih cepat.
"Bahwa ke depan akan ada Balai BNPB yang akan ditaruh di provinsi. Ini sangat kami syukuri, Pak, karena selama ini kami terlalu jauh berkomunikasi," ungkapnya,
"Mudah-mudahan bisa terwujud BNPB punya balai di masing-masing provinsi," imbuhnya.
Selain efektivitas komunikasi dan koordinasi, Bupati Haerul menilai keberadaan Balai BNPB nantinya juga dapat memudahkan pengawasan.
Selain Lombok Timur terdapat 35 daerah lainnya yang mendapatkan hibah RR ini dengan total anggaran keseluruhan mencapai Rp564,572 miliar lebih.
Hibah RR ini akan dianggarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPBD masing-masing dan wajib dimanfaatkan sesuai ketentuan.(jl)


