Jejak Terkini

Setelah Lobar, Giliran Sumbawa Belajar ke Baznas Lotim

STUDI BANDING: Pihak Baznas Kabupaten Sumbawa datang belajar teknik pengumpulan zakat di Baznas Lombok Timur.

SELONG
-- Akhir-akhir ini Baznas Kabupaten Lombok Timur rupanya berhasil menarik perhatian berbagai daerah di NTB. Pasalnya, sekitar dua minggu yang lalu, Baznas Lotim baru saja usai dikunjungi Baznas Lombok Barat. 

Kehadiran Baznas Lombok Barat tak lain untuk belajar beberapa teknik pengumpulan zakat. Kali ini, Baznas Lotim kembali menerima tamu dari Baznas Kabupaten Sumbawa, Senin (11/10), kemarin.

"Dua minggu yang lalu kita dikunjungi oleh Baznas Lobar guna melakukan studi banding," ucap Kepala Pelaksana Baznas Lotim, Abdul Hayi kepada awak media, Selasa (12/10).

Dia menjelaskan, maksud kedatangan tamunya tersebut tidak lain untuk belajar lebih jauh kepada Baznas Lotim. Mereka belajar terutama strategi pengumpulan zakat agar dapat mencapai target. 

Pasalnya, di Baznas Kabupaten Sumbawa per tahun hanya dapat mengumpulkan zakat sebanyak Rp 450 juta. Hal itu dianggap masih sangat jauh dari jumlah pengumpulan zakat oleh Baznas Lotim.

Selain strategi pengumpulan zakat, Abdul Hayi menyebut, Baznas Sumbawa juga belajar tentang struktural Baznas Kabupaten Lombok Timur. Struktural Baznas Lotim jauh lebih gemuk dibanding Baznas Sumbawa.

Pernyataan Hayi dibenarkan Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, HM Ali Tundru, S. Sos. Pihaknya sejauh ini masih ketinggalan jauh dengan Baznas Lotim dalam hal pengumpulan zakat. 

Ia mengaku, pihaknya dalam kurun waktu satu tahun hanya mampu mengumpulkan zakat sejumlah Rp 450 juta. Berbeda dengan Baznas Lotim yang mampu mengumpulkan hingga Rp. 12 miliar per tahun.

Hal itu, menjadi salah satu alasan dirinya beserta rombongan belajar ke Baznas Lotim.

"Kami baru mampu mengumpulkan zakat sebanyak Rp. 450 juta pertahun, berbeda jauh dengan Baznas Lotim, " ungkapnya.

Tidak hanya strategi pengumpulan zakat, jelas Ali, pihaknya juga ingin mengetahui lebih jauh struktural yang digunakan Baznas Lotim. Pasalnya, Baznas Lotim satu-satunya Baznas yang memiliki sumber daya paling gemuk di NTB. 

Tak heran jika Baznas Lotim sebagai Baznas percontohan di NTB.

Selanjutnya, Ali menjelaskan, alasan lainnya ingin belajar ke Lotim yaitu pengumpulan zakat di Kabupaten Sumbawa yang cukup minim. Ia menyebut pihaknya baru hanya menyasar 10 persen dari kalangan ASN. 

Karena itu, ia berharap dengan studi banding ini kedepan ilmu Baznas Lotim dapat diterapkan di Kabupaten Sumbawa untuk kemajuan Baznas yang dipimpinnya.

"Kami berharap, dengan studi banding ini nantinya ilmu terapan Baznas Lotim dapat kami terapkan di Sumbawa, sehingga kedepan Baznas Kabupaten Sumbawa dapat berkembang seperti di Lotim," pungkasnya. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar