Jejak Terkini

Tradisi Belanjakan, Adu Tangkas Para Jawara dalam Masbagik Festival

Masbagik Festival

SELONG
— Suasana pengujung tahun 2021 bakal lebih semarak lewat Masbagik Festival. Event tahunan ini kembali digelar setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19.

Masbagik Festival sendiri sudah digelar sebanyak enam kali. Pada event tahun ini, suguhan yang dihadirkan sedikit diberikan sentuhan berbeda.

"Event ini akan hadir dengan ide yang lebih segar jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,' kata ketua pelaksana Masbagik Festival, Mirzoan Ilhamdi kepada JEJAK LOMBOK, Rabu (13/10). 

Sentuhan yang diberikan pada event ini dengan pola semi live. Ini tidak lepas dari upaya penerapan protokol kesehatan.

Kuota yang diberikan bagi penonton hanya sekitar 100 orang saja. Selebihnya event ini bisa disaksikan langsung dari panfage di aplikasi facebook. 

"Namun hal ini bisa saja berubah tergantung situasi kedepannya," ucapnya.

Kegiatan itu, ujarnya, akan digelar mulai tanggal 15 sampai dengan 28 Oktober mendatang. 

Ada beberapa acara yang akan dilaksanakan yakni seperti seminar budaya, kicau kecial kuning, kontes band pelajar, pentas tari dan musik tradisional. Ada juga napak tilas jejak pejuang Masbagik dan puncaknya olahraga tradisional Belanjakan.

Pria yang karib disapa Ming ini menjelaskan, yang berbeda dengan tahun kemarin ialah kegiatan ini melibatkan organisasi kepemudaan setempat. Seperti Lambur Masbagik, Literasi Mas, Timmas, Kompeni, Sanggar Banaspatiraja dan Forum OPA.

Pria yang kesehariannya aktif di dunia pariwisata ini mengatakan, selain olahraga Belanjakan, atlet cabor lainnya juga rencananya akan ikut show pada malam hari menjelang puncak acara. Seperti silat, kempo, muaythai dan karate akan meramaikan kegiatan itu.

“Jadi setiap acara itu akan digawangi oleh organisasi kepemudaan, sesuai dengan bidang yang ditekuni,” ujarnya.

Sedianya, terang Ming, kegiatan itu juga akan dimeriahkan dengan pentas Gendang Beleq. Namun melihat situasi saat ini yang tak memungkinkan.

Yang menarik dari kegiatan itu juga yakni jejak pejuang Masbagik di masa lampau, yakni sekitar tahun 1945-1946. Dia mengatakan, konon di wilayah itu terdapat sebuah pasukan berjuluk Banteng Hitam. 

Menurut cerita yang didapatinya, milisi ini bertugas memerangi Belanda yang saat itu menduduki wilayah Masbagik dan sekitar. Ia mengaku tak tahu persis berapa jumlah pasukan itu, namun demikian keberadaannya diakui oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, keturunan pelaku sejarah perlawanan itu masih dapat ditemui sampai saat ini. 

Ia pun berharap bisa menemukan langsung orang terlibat pada masa itu. Lantaran itu penting untuk mengulas balik jejak perlawanan itu.

Jejak perlawanan inilah yang nantinya, ucapnya, akan digelar dalam bentuk seminar. Setelah mendapatkan titik-titik lokasi perlawanan dan pelaku kesejarahan tersebut.

Terkait tradisi Belanjakan, tradisi ini merupakan olahraga tradisional adu tangkas. Para pemain dalam olahraga ini disebut Pepadu.

Memainkan olahraga yang satu ini layaknya seperti seni beladiri lainnya. Bedanya, para Pepadu hanya boleh menendang dan tidak boleh memukul menggunakan tangan. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar