jejaklombok.com -- Ketua DPD Gerakan Advokasi Nusantara l (Ganas), Royal Sembahulun kembali menyorot program bawang putih di Kabupaten Lombok Timur. Pasalnya, program yang dimulai sejak Bupati Haerul Warisin masih menduduki kursi nomor dua tersebut luput dari kontrol.
"Kepada yang terhormat bapak bupati Lombok Timur, program bawang putih dimulai sejak bapak masih menjabat sebagai wakil bupati. Saatnya bapak kembali menuntaskan segala permasalahan yang ada saat ini," ucapnya dalam unggahan facebooknya beberapa waktu lalu.
Dalam unggahan tersebut, Royal Sembahulun meminta kepada Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin agar tetap melakukan kontrol terhadap program tersebut dengan melibatkan unsur pemerintah daerah.
Terlebih, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur tercatat tidak memiliki data Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Hal itu, tegasnya, menjadi dasar kebobrokan program produksi benih.
Berdasarkan data yang dikantongi, ia menyebut benih yang didistribusikan sebanyak pada tahun 2025 silam sebanyak 423 ton. Namun begitu fakta dilapangan saat ini di tahun 2026 benih yang yang tersedia di perkirakan kurang dari 300 ton.
Kesenjangan jumlah tersebut, terangnya, merupakan bukti nyata gagalnya program pemerintah yang selama ini dikabarkan berhasil.
"Jika melihat jumlah benih yang dibagikan pada tahun 2025 mestinya benih yang tersedia di atas 1000 ton," pungkasnya.
Hingga berita ini di tayangkan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur belum memberikan keterangan.(jl)


