Jejak Terkini

Tidak Kooperatif, Timah Panas Hantam Kaki Residivis Ini

RINGKUS: Residivis kambuhan ini kembali diringkus karena kejahatannya dengan modus yang sama.

MATARAM
-- Tidak kooperatif saat dibekuk petugas membuat penjahat ini terpaksa dihantam timah panas. Penjahat ini berinisial M alias E dan telah berulang kali melakukan aksinya.

Penjahat kambuhan ini disebut-sebut melakukan aksi pencuriannya disertai dengan kekerasan. Terbaru, aksinya dilakukan pada Selasa (10/8) lalu di Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Kapolresta Mataram, Kombespol Heri Wahyudi mengatakan, penjahat yang satu ini merupakan mantan residivis atas kasus yang sama. M di tangkap sekarang ini karena telah melakukan pencurian yang disertai kekerasan terhadap korban. 

Penjahat berusia 39 tahun ini masuk ke rumah target dengan naik tembok pekarangan. Ia lalu mencongkel jendela rumah targetnya. 

Saat masuk kedalam rumah, M mencari barang-barang yang kira-kira bisa terjual. Namun saat itu penghuni rumah ternyata terbangun lalu keluar dari kamarnya.

Kontan pemilik rumah kaget karena melihat ada orang di dalam rumahnya dan spontan berteriak maling.

Mendengar itu, pelaku (M) langsung balik yang semula ingin masuk ruangan tertentu karena pintu telah berhasil dibuka. M langsung ke arah korban membekap penghuni rumah tersebut.

Ia pun mengancam akan melakukan kekerasan terhadapnya bila berteriak. Korban yang tergolong seorang perempuan renta (62 tahun) ketakutan dan terdiam karena ancaman.

Pelaku kemudian menanyakan kepada korban dimana menyimpan uang atau barang-barang berharga.

"Dimana uang, kata pelaku kepada korban (NA), korban menjawab tidak punya uang. Lalu M menyuruh membuka perhiasan yang dikenakan oleh NA," ucapnya Senin (16/8).

Karena rasa takut, korban menuruti perintah M sambil memberikan 4 gelang dan 2 buah cincin yang dikenakannya.

Setelah memperoleh sejumlah perhiasan korban, M yang beralamat dari kelurahan yang sama dengan korban lantas kabur setelah mengancam korbannya.

"Jangan teriak, kalau kamu teriak, besok saya akan balik  bunuh kamu, kata M kepada korban sambil keluar rumah korban melalui pintu samping dan membuka gerbang kecil yang terletak ditembok samping rumah dan kabur," tutur Heri.

Berdasarkan keterangan dari korban NA saat melaporkan peristiwa tersebut, Tim Puma Polresta memburu pelaku dengan mengumpulkan data, dan berdasarkan keterangan saksi dan korban.

Tim Puma akhirnya membekuk pelaku di kediamannya. Namun karena pada saat penangkapan pelaku M tidak kooperatif dan melawan serta berusaha kabur, polisi menghadiahi timah panas kepadanya.

Berdasarkan pengembangan penyidikan terhadap pelaku M, akhirnya Tim Puma memperoleh informasi bahwa hasil curiannya di jual ke seseorang.

"Atas informasinya kami langsung mengamankan O yang terlibat dalam hal ini sebagai penadah atas barang hasil curian. Saat ini Pelaku M dan penadah O telah kami amankan," ungkap Heri. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar