Jejak Terkini

Persediaan Oksigen di Lotim Masih Aman

EVALUASI: Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy bersama wakilnya, H Rumaksi serta Sekda Lotim, HM Juaini Taofik saat mengikuti rapat evaluasi penanganan Covid-19.

SELONG
--  Persediaan oksigen di Lombok Timur (Lotim) sejauh ini masih aman. Ini mengemuka dalam rapat evaluasi penangan Covid-19 di NTB bersama kabupaten kota dilaksanakan secara virtual.

Di Lotim, kegiatan tersebut diikuti oleh Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy dan wakilnya H Rumaksi serta sejumlah Forkopimda di seluruh kabupaten/kota. Rapat evaluasi tersebut diinisiasi Polda NTB dan dihadiri Danrem 162/WB. 

Dalam kegiatan itu diminta agar ditekankan sejumlah poin, salah satunya yakni konsolidasi data. Ini karena pembaharuan data dinilai penting guna mengetahui kondisi riil, termasuk upaya peningkatan tracing, testing, dan treatment (3T). 

Terkait 3T ini pula diharapkan adanya peningkatan. Dengan demikian, Provinsi NTB yang saat ini berada pada level 3 dapat bertahan bahkan bila perlu bergerak menuju level 2. 

Gubernur NTB H Zulkeflimansyah dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh bupati walikota atas keberhasilan pengendalian virus itu di daerahnya. Dirinya juga memberikan hal serupa atas kerja sama dan sinergitas yang terjalin dengan jajaran Forkopimda. 

Kondisi saat ini, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, paparnya, hampir semua indikator dasar capaian berada di bawah level nasional, kecuali untuk angka kematian (CFR) yang berada di angka 3,1.

"Yang juga menjadi penekanan adalah pentingnya keberadaan Posko PPKM dan tempat isolasi terpusat (isoter) sebagai upaya antisipasi lonjakan kasus," ucap Zulkieflimansyah, Senin (16/8).

Dia mengatakan, efektivitas serta kinerja tenaga kesehatan (Nakes), termasuk fasilitas kesehatan seperti Puskesmas juga didorong dapat mengimbangi gerak Babinkamtibmas dan Babinsa dalam upaya tracking. 

Selain itu, kata dia, penertiban protokol kesehatan juga harus dilakukan. ASN diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam promosi penegakan protokol kesehatan tersebut.

Lantaran itu, ia meminta OPD melakukan pemantauan sesuai dengan pos penugasannya. 

Di lain sisi, dirinya juga meminta agar kesiapan seluruh kabupaten kota untuk percepatan vaksinasi yang rencananya akan segera dilaksanakan. Hal tersebut sebagai upaya mencapai 70 persen cakupan vaksinasi di kawasan NTB yang merupakan kawasan destinasi wisata super prioritas.

"Terlebih menjelang pelaksanaan event Superbike yang dijadwalkan berlangsung November mendatang di Sirkuit Mandalika," ucapnya.

Pemkab Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menyampaikan, adanya pengalihan posko Satgas ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Perpindahan itu agar seluruh komponen yang terlibat memiliki perwakilannya masing-masing sehingga konsolidasi dapat dilakukan secara optimal.

Ia menjelaskan, sementara untuk lokasi Isoter, di samping Rusunawa di Labuhan Lombok, Pemkab Lotim memproyeksikan penambahan di LLK. 

Di sisi lain, kebutuhan oksigen menjadi salah satu faktor pertimbangan. Kendati hingga saat ini kebutuhan oksigen disebutnya masih mencukupi.

"Kepada Sekda dan Kadinkes saya perintahkan meningkatan tracing. Saya berharap kasus covid-19 di Lombok Timur dapat terus mengalami penurunan seperti ditunjukkan dalam beberapa waktu terakhir," tandas Sukiman. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar