Iklan

terkini

Ancaman Ini Lebih Mengerikan Dibanding Covid-19

Sunday, August 8, 2021, Sunday, August 08, 2021 WIB Last Updated 2021-08-08T15:02:47Z

Ancaman Ini Lebih Mengerikan Dibanding Covid-19
Ilustrasi

MATARAM
-- Hampir sejak dua tahun terakhir, masyarakat dunia disibukkan dengan penanganan pandemi Covid-19. Di lain sisi, kondisi ini membuat seluruh negara seolah lupa tentang ancaman perubahan iklim.

Terbaru, tim LIPI dalam penelitiannya menyajikan informasi tentang perubahan iklim. Perubahan itu mengakibatkan matinya karang Porites di Selat Sunda.

Tak hanya itu, perubahan iklim menyebabkan kenaikan suhu global. Ini terjadi karena peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.

Perubahan iklim sendiri yakni perubahan pola suhu, curah hujan, pola angin dalam periode waktu yang lama. Perubahan iklim ini memengaruhi frekuensi terjadinya fenomena iklim skala antar tahunan, frekuensi badai tropis, perubahan permukaan air laut dan lain-lain.

Buntut lain dari perubahan iklim itu memungkinkan terjadinya kemarau berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan potensi bahaya kelaparan.

Isu lingkungan hidup khususnya perubahan iklim menjadi tantangan umat manusia saat ini. Lebih dari 90 persen dari kejadian bencana adalah bencana hodrometeorologi yang didominasi oleh cuaca ekstrem karena perubahan iklim. 

"Peran generasi muda sangat diperlukan untuk dapat beradaptasi dan melakukan mitigasi kebencanaan," ucap Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Sabtu (7/8).

Lontaran itu disampaikan saat mengisi webinar bertajuk "Preparing for the Age Electromobility to Achieve a Sustainable Future". Webinat ini diselenggarakan Yayasan Youth ECCO Indonesia.

Bagi Rohmi, keterlibatan generasi muda menjadi keniscayaan. Mengingat mereka lah yang akan paling merasakan dampak perubahan iklim di masa depan.

Lewat webinar ini diharap dapat mendorong semangat generasi muda meningkatkan dan memperkuat peran terhadap pengendalian perubahan iklim. Begitu juga dengan isu-isu lingkungan hidup bagi masa depan bumi. 

"Anak muda merupakan insan kritis, pembuat perubahan, inovator, dan komunikator," tuturnya. 

Rohmi berharap melalui forum ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda memperoleh informasi dan pengalaman sebagai referensi. 

Para pemuda diharap dapat dimanfaatkan untuk pengendalian perubahan iklim dan isu-isu lingkungan hidup lainnya. (jl)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ancaman Ini Lebih Mengerikan Dibanding Covid-19

Terkini

Iklan