Jejak Terkini

Pesona Alam Tempos, Dari Kuliner Hingga Favorit Goweser

Pesona Alam Tempos, Dari Kuliner Hingga Favorit Goweser
BERKABUT: Pemandangan berkabut di pagi hari menjadi keindahan tersendiri di Desa Tempos.

GERUNG
-- Keindahan alam pedesaan Desa Tempos Kecamatan Gerung Lombok Barat sepertinya sanggup memberi magis tersendiri. Hamparan persawahan dan hijaunya bukit-bukit yang mengelilingi desa itu menjadi nilai lebih.

Belakangan ini, Desa Tempos menjadi salah satu jalur andalan dan favorit bagi para pesepeda. Trek di jalur ini bagus dan tidak terlalu jauh sehingga cocok untuk sekedar refreshing.

Kini, para goweser yang ingin bersepeda ke lokasi ini juga bisa menikmati paket kuliner Mewah (Mepet Sawah). Kuliner ini diinisiasi Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. 

“Kita launching paket kuliner ini mulai Sabtu (7/8), kemarin ini. Alhamdulillah para goweser cukup lumayan banyak sampai-sampai kita kekurangan tempat duduk,” ungkap, Ketua Pokdarwis Desa Tempos, Mujiburrahman, Minggu (8/8).

Mujiburrahman mengatakan, ide membuat paket kuliner “mewah” ini datang seiring dengan semakin ramainya goweser melalui jalur ini. Ia dan rekan-rekan di desa kemudian berinisiatif memberikan pelayanan lebih kepada para goweser yang  juga banyak dari luar Lombok Barat.

“Awalnya dapat ide ini adalah dikarenakan para goweser ramai ke sini. Bahkan mereka lebih banyak menghabiskan waktu itu untuk berfoto atau selfie," sambungnya.

Dari itu, Pokdarwis dan karang taruna berinisiatif ingin menservis para goweser dengan membuat kuliner sambil menikmati sunrise. Pihaknya memakai jasa pedagang setempat juga untuk jajanan khas.

Ada tiga paket yang tersedia. Paket yang disediakan saat ini dapat dinikmati setiap weekend mulai pukul 06.00-09.00 Wita. Semua paket sudah termasuk kue khas tempos dan kopi.

Paket 1, dengan mengeluarkan Rp. 25.000 per orang, pengunjung mendapatkan tambahan fasilitas sepeda, dan sarapan, serta kue serabi, dan kopi. Paket 2, dengan biaya Rp. 15.000 per orang, pengunjung mendapat sarapan, kue serabi, dan kopi. Paket 3, dengan Rp. 8.000 per orang, pengunjung hanya mendapat kopi, dan kue khas tempos. 

“Respon dari pengunjung sejak kemarin Alhamdulillah positif semua. Begitu juga tanggapan dari pihak terkait sangat mendukung, terutama dari Polsek Gerung, bahkan rencananya mau buat car free day juga," ujarnya.

Ia berharap agar masyarakat setempat dan pemerintah terus mendukung. Lewat dukungan tersebut, desa wisata ini bakal lebih maju di masa datang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat Lalu Rifhandani mengaku bangga atas inisiatif pemuda Desa Tempos. Terlebih apa yang dilakukan ini mampu melibatkan para pedagang sekitar. 

Pihaknya berharap langkah Pokdarwis dan Karang Taruna ini dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar.

“Dari saya pribadi dari dulu saya sudah sering lewati jalur ini yang dulunya sepi dari pesepeda, sekarang Alhamdulillah makin ramai. Apalagi teman-teman Pokdarwis sekarang menangkap peluang itu," bebernya.

Ia pun mengapresiasi masyarakat atau Pokdarwis yang peka terhadap potensi yang ada di wilayahnya. hanya saja, ia mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan jaga kebersihan.

Kawasan itu disebutnya harus tetap terjaga kebersihannya. Pihaknya tidak ingin jika aktivitas yang ada menyisakan sampah.

Salah seorang goweser asal Mataram Rian Raditya sangat mengapresiasi inovasi pemuda setempat. Dengan adanya paket kuliner “mewah” ini dirinya mengaku semakin betah berlama-lama di jalur sepeda yang instragamable ini.

“Jalur Tempos ini jalur favorit goweser Mataram karena jalannya bagus dan pemandangannya sangat indah. Biasanya kita sengaja tiba di lokasi ini dari masih kabut, itu keren banget. Apalagi sekarang ada paket kulinernya, makin betah nungguin sunrise nih,” ungkap Rian. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar