Jejak Terkini

Akun Palsu Atas Nama Pejabat Kian Meresahkan

Najamuddin Amy

MATARAM
-- Waspadalah saat berselancar di media sosial. Pasalnya, akhir-akhir ini banyak akun palsu mengatasnamakan pejabat tertentu.

Imbauan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Najamuddin Amy, Senin (2/8/2021).

Dari semua kejadian, kebanyakan para peretas akun itu memanfaatkan nama pejabat. Sebut saja seperti gubernur dan wakil gubernur untuk mengelabui para korban sebagai modus untuk meminta uang, pulsa dan berbagai kejahatan lainnya. 

Mengatasnamakan pejabat tertentu, jelasnya, merupakan salah satu startegi bagi pelaku kejahatan mendapatkan perhatian lebih dari para korbannya. 

"Untuk itu, diminta kepada seluruh masyarakat NTB tetap waspada jika mendapatkan pesan-pesan yang mencurigakan saat berselancar di media sosial. Apalagi pesannya mengatasnamakan gubernur, wakil gubenur dan pejabat tinggi lainnya," ucapnya.

Najam mengingatkan, dibalik perkembangan teknologi informasi saat ini dibarengi dengan berbagai jenis kejahatan yang dilakukan oleh para peretas. Modus-modus tindak kriminalnya pun juga sangat beragam. 

Mulai dari percakapan menanyakan kabar hingga meminta bantuan isi pulsa. Mereka juga tak jarang meminta transfer uang dengan berbagai macam alasan yang membuat para korban lengah dan merasa empati. 

Tak heran, tidak sedikit para korban yang merasa tertipu dengan beragam modus-modus yang dimainkan oleh para peretas tersebut.

"Jika kita berpikir secara akal sehat, tidak mungkin seorang pejabat apalagi gubernur meminta uang dengan cara seperti itu. Anehnya lagi, mengatasnamakan gubernur tapi dengan nama akun lembaga instansi pemerintah tertentu," lanjutnya.

Seperti kejadian baru-baru ini yang membuat akun palsu mengatasnamakan instansi pemerintah. Dalam hal ini, peretas membuat akun palsu atas nama Biro Organisasi NTB.

Akun tersebut kemudian melalui inbox mengaku sebagai gubernur NTB. Peretas lalu menanyakan kabar dan meminta nomor WhatsApp korban.

"Nah, hal-hal seperti itu yang harus kita tingkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kita lengah dan tetap waspada saat bermedia sosial," harapnya.

Untuk itu, mantan Karo Humas Setda NTB itu meminta kepada seluruh masyarakat lebih bijak lagi bermedia sosial. Utamakan kroscek sebelum menanggapi hal-hal yang semacam itu.

"Supaya masyarakat tidak terjebak dalam hasutan dan modus para hacker saat ini," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar