Jejak Terkini

7 Desa Wisata Unjuk Diri dalam Pesona Lombok Barat

WAYANG: Salah satu potensi budaya yang layak jual sebagai atraksi pariwisata di Lombok Barat adalah seni wayang di Desa Kebon Ayu.

GERUNG
-- Tujuh desa wisata unjuk pesona dalam event Pesona Lombok Barat pada 21-23 Agustus 2021 lalu. 

Bertajuk “Gelar Seni Budaya Desa Wisata 2021”, kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Lombok Barat ini melibatkan 18 agen perjalanan wisata atau agen travel yang ada di Lombok sebagai peserta.

Pesona Lombok Barat dikemas dalam bentuk fam trip 3 hari 2 malam menyusuri tujuh desa wisata yang ada di Lombok Barat. Mulai dari Desa Batu Kumbung, Desa Suranadi, Desa Sedau, Desa Kebon Ayu dan Desa Taman Ayu, serta Desa Sekotong Barat dan Desa Persiapan Pesisir Mas.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Saiful Ahkam mengatakan, ketujuh desa wisata ini mewakili semua atraksi wisata yang ditawarkan dan ada di Lombok Barat.

“Inilah Pesona Lombok Barat. Lombok Barat punya 119 desa yang semuanya mempesona. Kami sengaja memilih tujuh untuk bapak dan ibu sekalian, yang tujuh itu mewakili pasar-pasar yang akan kita garap semuanya,” kata Ahkam di Desa Batu Kumbung, Selasa (24/8).

Ahkam menjelaskan, kegiatan ini sendiri bertujuan memberikan peluang bagi desa-desa wisata untuk mengenalkan dan menggali potensi-potensi wisata yang mereka miliki.

Hadirnya para agen travel sebagai peserta juga diharapkan mampu memberikan saran, ide, dan tambahan wawasan. Langkah ini demi membangun potensi kepariwisataan di desa wisata yang layak jual hingga bermuara pada datangnya wisatawan ke desa.

“Para peserta nantinya diharapkan memberikan masukan kepada desa-desa wisata tentang bagaimana menciptakan desa wisata yang sesuai standar dan mempunyai daya jual. Dan kemudian mampu menjadi destinasi alternatif di samping destinasi-destinasi wisata lain yang sudah ada di Lombok Barat,” lanjutnya.

Selain sebagai stimulus untuk perkembangan desa wisata, event ini juga menjadi contoh penerapan protokol kesehatan dalam melakukan perjalanan wisata.

Sejak proses registrasi sebelum naik bus untuk melakukan perjalanan, semua peserta diwajibkan melakukan rapid test antigen terlebih dahulu. Setelah memastikan semua peserta dalam keadaan sehat atau terbukti klinis bebas dari Covid-19, peserta baru diperbolehkan naik bus dengan penerapan protokol seperti mencuci tangan terlebih dahulu, dan memakai masker.

“Saya ingin sampaikan kepada semua, kegiatan ini juga adalah role model penyelenggaraan trip dengan pendekatan protokol kesehatan. Saya harap kemudian teman-teman menerapkannya nanti pada saat membawa tamu ke destinasi-destinasi wisata kita,” pungkas Ahkam.

Pesona Lombok Barat dimulai dari kawasan timur Kabupaten Lombok Barat, yakni Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar, tepatnya di Kampung Mina Dusun Pondoq Buak yang menampilkan atraksi budidaya hingga aneka pengolahan ikan air tawarnya.

Selanjutnya, di Kecamatan Narmada ada Desa Suranadi dengan kekayaan alam dan akomodasi homestay-nya, dan Desa Sedau dengan potensi wisata di Gunung Jae yang saat ini sedang naik daun.

Di hari kedua Pesona Lombok Barat menyasar Desa Kebon Ayu dan Taman Ayu di Kecamatan Gerung. Dua desa yang saling berdekatan ini memiliki keanekaragaman atraksi seni budaya yang dimiliki, seperti atraksi Gendang Beleq, Peresean, Wayang Kulit, Tenun, dan landscape desa yang asri. 

Terakhir, Pesona Lombok Barat menyasar Desa Sekotong Barat dan Desa Pesisir Mas di Kecamatan Sekotong yang memiliki suguhan keindahan alam baharinya.

Juan Muhammad Saleh, salah satu peserta sekaligus pemilik Repa Tour mengungkapkan jika waktu diselenggarakannya event ini menurutnya sangat tepat dengan kondisi pandemi saat ini. 

Menurutnya, saat dimana semua orang harus berada di rumah, para agen travel selaku mitra Dinas Pariwisata dimanfaatkan untuk mengevaluasi, menggerakkan dan memberikan semangat kepada para pelaku pariwisata baik yang di ASITA, ASPPI, HPI dan organisasi lain. 

“Ini membuktikan kegiatan ini sebagai semangat baru bahwa dari pemerintah juga memperhatikan supaya kita juga bangkit dan tidak hanya diam di rumah saja. Dengan adanya event ini, kami bisa melakukan hal-hal yang biasanya memang kami lakukan saat observasi suatu tempat untuk menyusun paket wisata, dan tentu ini patut kami syukuri,” ungkap Jun.

Kegiatan event Pesona Lombok Barat ini juga mendapat sambutan sangat positif dari para Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Bumdes yang terlibat, salah satunya Sumaidi, Ketua Bumdes Ijo Tandur Desa Batu Kumbung. 

Menurutnya, event Pesona Lombok Barat ini mampu memberikan dampak yang langsung bagi para pelaku wisata di desanya.

“Karena memang langsung menyentuh kepada kami-kami yang di desa wisata, dampaknya sangat terasa. Contohnya para agen travel langsung booking di tempat kebutuhan-kebutuhan kuliner yang mereka butuhkan,” ungkap pria yang akrab disapa Edonk ini.

Efek tidak langsungnya, Edonk mengakui dengan adanya event ini mampu memberikan panduan kepada pengelola desa wisata mengenai arah membangun kepariwisataan di desa ke depannya.

“Kami akhirnya punya pegangan kemana desa wisata ini kita bawa ke depannya, terutama untuk menjualnya. Nah hari ini kami punya kepastian,” katanya.

Senada dengan Edonk, Mistria, Bumdes Desa Sedau juga memberikan tanggapan sangat positif terkait event ini. Dengan adanya event Pesona Lombok Barat ini, masyarakat khususnya pengelola pariwisata di desanya bisa mengeksplorasi lebih dalam lagi potensi-potensi yang ada, yang dari bukan apa-apa menjadi suatu atraksi wisata yang layak dijual.

“Contohnya kerang ini. Yang tadinya tidak dimanfaatin sama sekali, sekarang ketika mulai, kerang itu jadi sangat bermanfaat bagi mereka. Terutama bagi teman-teman pokdarwis, yang tadinya hanya mengandalkan pendapatan dari camping sekali seminggu, tapi sekarang sudah ada atraksi ambil kerang ini, dan itu bisa jadi penghasilan setiap hari,” ungkap Mistria. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar