728x90

ad

SDM Lokal Jadi Prioritas Sertifikasi Kepelautan

DIRESMIKAN: Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah saat meresmikan lembaga Diklat AMI di Mataram.

MATARAM
-- Provinsi NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi kemaritiman yang luas. Untuk dapat mengelolanya harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten.

Saat ini, banyaknya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dibidang kelautan dan pelayaran di NTB. Kondisi ini menjadi modal berharga dalam upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya kemaritiman yang tersedia. 

Namun demikian, tidak serta merta lulusan SMK-SMK tersebut bisa langsung terjun dan bekerja dibidang kelautan dan pelayaran. Mereka terlebih dahulu harus memperoleh sertifikasi untuk dapat bekerja di laut. 

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengaku  sangat bersyukur dan berterima kasih atas telah diresmikannya Lembaga Diklat Kepelautan Asta Maritim Indonesia (AMI) di NTB. Ini merupakan angin segar bagi siswa SMK maupun masyarakat NTB untuk dapat memperoleh sertifikasi tanpa harus keluar daerah. 

"Terima kasih kepada AMI yang memberikan kemudahan untuk anak-anak muda NTB tidak perlu keluar daerah lagi, tetapi di dalam daerah sudah bisa mendapatkan sertifikat," ungkapnya, saat memberikan sambutan dalam peresemian AMI NTB yang berlangsung di Kolam Renang Mayure, Mataram, Jum'at (12/3). 

Sementara itu Direktur AMI NTB,  Janardana, menjelaskan, AMI merupakan satu-satunya lembaga diklat kepelautan yang ada di NTB. Lembaga ini berada di bawah naungan International Maritime Organization (IMO). 

"Siapapun yang bekerja di atas air baik itu kapal pesiar, kapal ikan, kapal ferry, cargo, penyebrangan dan lain-lain harus memiliki sertifikasi atau yang disebut BST, sebagai syarat mutlak pelaut," tutur Janardana. 

Keberadaan AMI NTB dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, tidak hanya untuk masyarakat NTB. Namun juga untuk provinsi terdekat yakni NTT bisa hadir ke NTB untuk mendapatkan seritifikasi. 

"Kita tidak melayani NTB saja, tetapi kita juga melayani untuk NTT juga. Kehadiran kita mendapatkan banyak manfaat untuk SDM yang ada disini utamanya pelaut tidak perlu ke daerah lain, biaya transport, penginapan semua dapat dilakukan di AMI NTB," tuturnya.

Saat ini, sebanyak 65 peserta dari BLK Lotim yang telah melakukan pelatihan sertifikat BST. Total pelatihan sebanyak 6 hari baik itu secara teori mapun praktek. 

Sertifikat yang tersedia di AMI yakni sertifikat Basic Safety Training (BST) ,Crowd Management  and Crisis and Human Behavior Management (CCM) , Proficiency in Survival Craft and Rescue Boat (PSCRB) , SATL dan  KLM.

Calon peserta dapat mempersiapkan Kartu Tanda Pengenal (KTP), Paspor bagi pekerja luar negeri, SKCK, Minimal SMP, bebas dari penyakit hepatitis B dan biaya pelatihan untuk masyarakat yang memiliki KTP NTB sebesar Rp. 1.600.000. Sementara bagi masyarakat yang tidak memiliki KTP NTB dikenakan biaya sebesar  Rp.1.800.000. 

"Khusus bagi masyarakat NTB akan menjadi prioritas kami," pungkasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar