728x90

ad

Ada Lima Jenis Penyu di NTB, Apa Saja?

KONSERVASI: Inilah salah satu jenis penyu yang dikonservasi di sekitar Pantai Mapak.

MATARAM
-- Kelestarian ekosistem hayati laut tidak luput dari perhatian Pemprov NTB. Salah satu caranya yakni dengan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Mapak Indah Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

Tak tanggung-tanggung, aksi bersih-bersih ini diikuti langsung Gubernur NTB, H Zulkifliemansyah, Minggu (7/3).

TK Hany bersih pantai, orang nomor satu di NTB ini juga melepas penyu. Lewat pelepasan makhluk bercangkang keras ini diharap keberadaannya tetap terjaga.

H Zulkifliemansyah mangatakan, dengan membiarkan makhluk ini hidup di alam bebas, setidakny kelestariannya terjaga. Langkah ini menjadi bagian dari konservasi agar perkembangbiakannya tidak musnah.

“Dengan beranak pinaknya anak penyu bisa menjadi sinyal berhasil atau tidak kita menjaga dan merawat kelestarian alam ini,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wahana edukasi tentang bagaimana menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup, khususnya bagi anak-anak. Dengan pengalaman menarik seperti ini mereka akan memahami, bahwa bersahabat dengan lingkungan seperti penangkaran dan pelepasan penyu merupakan bagian dari budaya hidup dan kehidupan dimasa yang akan datang.

“Karena merekalah generasi penerus yang akan melestarikan alam ini,” imbuhnya.

Ia juga menghimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Tabiat buruk ini dapat merusak ekosistem laut.

Buntutnya, hal itu mempengaruhi kelestarian penyu. Terlebih baru-baru ini ada laporan masyarakat bahwa ada penyu mati karena memakan masker.

“Jangan membuang masker sembarangan, karena implikasinya juga binatang-binatang laut lainnya menjadi korban,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Yusron Hadi mengatakan, kehadiran Gubernur NTB merupakan bentuk keseriusan untuk menjaga kelestarian penyu Mapak.

Diakuinya, NTB memiliki potensi konservasi penyu. Pantai Mapak merupakan salah satu tempat penangkaran penyu di NTB. Dari ratusan jenis dan ragam penyu yang ada di dunia sekitar 5 jenisnya ada di NTB.

“Ini yang harus terus kita lindungi, karena keberadaan penyu dengan proses kembang biaknya di perairan laut kita, ini mengindikasikan kegiatan konservasi perairan kita terukur dari itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, praktisi konservasi penyu Universitas Udayana, Windia Adyiana, mengaku bahwa Penyu Mapak merupakan jenis Penyu Lekang. Jenis ini tersebar luas di Indonesia, namun tidak begitu banyak.

Dijelaskannya, pada tahun 2020 yang lalu, dari hasil konservasi penyu, terdapat jumlah sarang yang ditemukan ada 160 sarang, dengan jumlah penyu sebanyak 40-50 ekor. Untuk seekor penyu dapat bertelur sekitar 100-150 butir sekali bertelur.

Di perairan NTB ada beberapa jenis penyu. Diantarany ada penyu lekang, pipih dan hijau. Namun di beberapa tempat ditemukan juga penyu jenis lain namun sangat sedikit.

“Hanya 3 jenis penyu ini yang populasinya agak banyak dibanding yang lain,” pungkasnya.

Kegiatan gotong royong dan pelepasan penyu ini juga diikuti kelompok masyarakat pengawas penyu, kelompok pariwisata Mataram Pokdarwis, kelompok pengawas pesisir laut dan masyarakat pengunjung pantai Mapak. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar