Jejak Terkini

Budidaya Lobster dan Rumput Laut Kian Menggeliat

MENGGELIAT: Bisnis dan budidaya lobster dan rumput laut di NTB terus menggeliat.

MATARAM
--Hasil produksi pengolahan komoditas laut menjadi salah satu prioritas Pemprov NTB yang terus ditingkatkan melalui program industrialisasi. 

Salah satunya adalah industri budidaya lobster yang ada di Telong Elong, Desa Jerawaru dan budidaya rumput laut di Desa Sereweh Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat meninjau pusat budidaya lobster di NTB tersebut memberikan perhatian khusus kepada puluhan kelompok nelayan lobster. 

Gubernur mendorong agar budidaya lobster yang sedang berkembang tersebut supaya bisa memanfaatkan sentuhan mesin dalam proses pengelolaannya.

"Salah satu fondasi program industrialisasi adalah permesinan. Mesin akan meningkatkan nilai produktivitas dan efisiensi waktu yang lebih cepat. Apalagi mesin-mesin seperti coldstorage, coldbox, mesin pencacah dan sebagainya dapat dibuat oleh anak-anak NTB," ucapnya di hadapan puluhan nelayan budidaya lobster di Dermaga Telong Elong, Kamis (18/2).

Begitu juga dengan budidaya rumput laut di Desa Sereweh Kecamatan Jerowaru. Pasalnya, di sekitar kawasan pesisir tersebut merupakan sentral budidaya lobster dan budidaya rumput laut yang harus diprioritaskan pengembangan dan pemanfaatannya.

Menurut Gubernur pengolahan kedua budidaya tersebut harus benar-benar memanfaatkan teknologi mesin yang ada. Sehingga di sekitar kawasan itu akan benar-benar terwujud sebagai pusat suplai bahan baku rumput laut dan lobster.

Sementara itu, menurut keterangan pelaku budidaya setempat, bahwa produk rumput laut yang telah berhasil diolah dan dikirim keberbagai daerah seperti NTT, Jawa dan Makassar. Produk yang dikirim diantaranya adalah kerupuk, dodol dan tepung rumput laut. 

Kedepan di kawasan tersebut juga akan dijadikan sentral pembibitan rumput laut. Ini membuktikan bahwa jika diseriusi, berbagai potensi kelautan dan perikanan yang ada dapat berkembang dan bersaing di pasar regional bahkan global.

Sebagai bentuk keseriusan hal tersebut, Kapala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, Hariadi Surenggana menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah melakukan MoU dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjadikan kawasan Telong Elong sebagai kampung lobster. 

"Insya Allah dalam waktu dekat, kami bersama masyarakat budidaya lobster akan terus meningkatkan budidayanya sehingga kawasan kami layak menjadi kampung lobster," ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal itu pihaknya masih mengalami kendala terkait masih banyaknya aktivitas penangkapan yang menganggu budidaya lobster di sekitar kawasan. Karena itu, mewakili masyarakat budidaya berharap kepada pemprov meminimalisir kegiatan penangkapan di sekitar budidaya lobster.

"Ada harapan besar kami, sehingga kawasan kami segera diwujudkan menjadi kampung lobster. Mudah-mudahan itu bisa direvisi agar kawasan lebih banyak budidaya dari pada wilayah tangkap," harapnya.

Selain menyerahkan bantuan mesin, kunjungan Gubernur kali ini juga untuk menyerap aspirasi pembudidaya lobster dan rumput laut, termasuk kendala dan permasalahan yang dihadapi, untuk dicarikan solusinya.

Ada sejumlah aspirasi yang disampaikan para petani. Diantaranya masalah mutu bibit, pengecoran lantai jemur dan lain sebagainya. Termasuk pengembangan industri pengolahan hasil budidaya seperti kosmetik herbal.  (jl)

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Soal harga tolong juga dipantau pak gubenur,, sering dimainkan oleh pengepul

    BalasHapus