728x90

ad

Dekranasda NTB Dorong Produk UMKM Dipasarkan Melalui Digitalisasi

SILATURRAHMI: Ketua Dekranasda NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat berkunjung ke pengrajin gerabah di Penakak, Lombok Timur.

MATARAM
--Platform digital berperan vital dalam beberapa waktu belakangan ini. Lewat platform ini, banyak hal yang bisa dimanfaatkan, termasuk mendorong proses marketing produk UMKM.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mendorong pengrajin maupun UMKM di Lombok Timur, untuk memasarkan produk usahanya dengan memanfaatkan platform digital. 

"Pemanfaatan teknologi digital menjadi keharusan di era IT. Tujuannya  untuk memperkenalkan dan menjual produk usaha UMKM agar mendongkrak ekonomi masyarakat pengrajin," katanya, saat silaturahmi dengan pengrajin anyaman Lontar, Kamis (18/2) di Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Lombok Timur.

Hj Niken mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan pemasaran yakni dengan menggunakan platform digital. Tujuannya agar produktivitas dapat dijangkau oleh berbagai konsumen baik di daerah maupun seluruh pasar Indonesia. 

Apalagi NTB memiliki banyak sekali potensi yang terus dapat ditingkatkan. Baik dari sisi proses produksi maupun sisi pemasarannya.

Sehingga penguatan kapasitas dan daya saing pengrajin perlu terus dibina dan ditingkatkan. Termasuk mempersiapkan SDM yang memahami dan menguasai digital atau IT. 

Para pengrajin disebutnya harus dilatih dan diberikan pelatihan agar memahami platform digital.selaij itu, bisa juga mengetahui market place,  selain memasarkan produk melalui offline.

Dekranasda NTB mendukung terbentuknya NTBMall yang sudah berjalan. Sehingga pengrajin maupun atau UMKM di kabupaten kota dapat memanfaatkannya sebagai media penjualan atau memasarkan produknya.

Tidak hanya itu, Dekranasda NTB juga terus mendorong Dinas Perindustrian mempromosikan keberadaan NTBMall sebagai wadah menampung dan menjual produk lokal masyarakat. Caranya dengan mendata produk hasil produksi dari UMKM untuk dipasarkan baik melalui online maupun offline.

"Kami terus mengimbau pengelola NTBMall untuk turun ke lapangan memperkenalkan dan mempromosikan desa wisata dan potensi kerajinan yang dimiliki desa tersebut," ujarnya.

Bukan hanya potensi kerajinan yang diangkat dan dipromosikan. Namun potensi-potensi lain yang menjadi usaha masyarakat lokal juga harus terus disyiarkan. Bahwa betapa kaya potensi kekayaan alam yang dimiliki NTB.

Dekranasda NTB disebutnya sangat mendukung eksistensi dan keberadaan pengrajin. Karena itu, upaya penguatan dan suport kepada pengrajin terus dibangun.  

Dekranasda NTB terus menggali potensi dan menginventarisir pengrajin di seluruh kabupaten kota. Sehingga daerah memiliki Database pengrajin atau UMKM se-NTB.

Upaya dan langkah yang sudah dilakukan Dekranasda NTB bersama OPD pada leading sektor ini terus dilakukan. Sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelemahan pengrajin, baik secara finansial, pemasaran dan bentuk penguatan lainnya.

"Ini salah satu cara kami untuk memetakan potensi dan sisi mana pengrajin serta UMKM perlu bantuan," tegasnya.

Diakui Niken, NTB merupakan daerah yang dianugerahi potensi alam dan SDM yang luar biasa. Termasuk kearifan lokal pada potensi masyarakatnya. Contoh potensi yang sudah menasional bahkan mendunia adalah tenun, ketak, olahan mutiara dan gerabah.

Namun di samping itu, masih banyak produk lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dikemas agar memiliki pasar dan disukai konsumen. Tentunya harus dikembangkan dan olah dengan baik untuk meningkatkan PAD dan ekonomi masyarakat.

"Beberapa desa yang kita kunjungi hari ini memiliki kerajinan yang kualitasnya baik. Seperti anyaman lontar, gerabah, anyaman bambu, herbal minyak kayu putih, dapat menjadi produk penunjang," katanya.

Apalagi saat ini trend produk arahnya ekofriendly atau ramah lingkungan. Jadi anyaman lontar ataupun bambu menjadi alternatif sebagai packaging atau pembukus dan souvenir yang ramah lingkungan, bersahabat dengan alam dan tanpa menggunakan bahan dasar plastik.

Bunda Niken juga meminta kepala desa di beberapa desa yang dikunjungi seperti Desa Penakak Masbagik Timur sebagai penghasil gerabah dan Desa Montong Gading, Tete Batu Selatan, mengaktifkan kembali BUMDes atau koperasi untuk menampung dan memasarkan hasil produksi pengrajin di desa. Sekaligus wadah dan mitra pengrajin meningkatkan daya saing dan kualitas produk.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H Lalu Moh. Faozal mengatakan, kunjungan Dekranasda NTB merupakan langkah dan upaya untuk mensuport pengrajin di era pandemi Covid. Karena menurutnya, beberapa desa wisata di NTB harus terus produktif jelang perhelatan MotoGP dan menggeliatkan ekonomi masyarakat. 

“Kita sebentar lagi akan menerima ribuan tamu dari dalamdan luar negeri, maka pengrajin yang ada di desa wisata harus terus aktif dan bekerja untuk menghasilkan produk sebagai souvenir di MotoGP 2021 di Mandalika,” katanya

Kepala Desa Suradadi,  Yakim yang menjabat setahun ini, mengaku warganya hampir 70 persen ibu-ibu adalah pengrajin. Ada yang tergabung dalam kelompok dan diakomidir Bumdes. Saat ini, dijelaskannya di Desa Suradadi memiliki 5 kelompok pengrajin anyaman lontar, dengan anggota masing-masing 20-25 orang.

Selama ini hasil kerajinan masyarakat banyak dipasarkan ke luar daerah seperti Bali maupun daera lain. Namun dengan diaktifkan kembali BUMDes, pemasarannya akan dikelola bersama oleh BUMDes dan kelompok.

“Kunjungan ini dapat memotifas kami, sehingga gairah masyarakat terus meningkat untuk terus berkarya,” katanya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar