Jejak Terkini

Jalan Penguhubung di Kecamatan Sakra Timur Rusak Parah

GOTONG ROYONG: Warga bergotong royong memperbaiki akses jalan.

SELONG
--Jalan penghubung beberapa desa di Kecamatan Sakra Timur Lombok Timur rusak parah. Padahal dapat dikategorikan jalur tersebut jalan utama penghubung antar kecamatan yakni Kecamatan Selong dan Sakra Timur.

Ketua Ikatan Pemuda Sakra Timur, Muazzin mengatakan, jalan itu sudah rusak kurang lebih satu tahunan. Jalan itu belum mendapat perawatan sama sekali.

"Kalau rusak sudah lama, dan selama itu paling ditimbun oleh masyarakat," kata Muazzin, kepada JEJAK LOMBOK, Senin (4/1).

Syukurnya, terang pria kelahiran Dusun Jebuk ini, kerjasama masyarakat dan pemerintah mulai dari Pemdes, kecamatan, dan dewan terus melakukan upaya penimbunan. Hal itu dilakukan agar, dapat dilalui oleh warga.

Dia menjelaskan, kerusakan jalan sepanjang 1 kilometer itu telah masuk perencaan perbaikan. Namun sampai saat ini belum terealisasi.

Kerusakan jalan di Kecamatan Sakra Timur, imbuhnya, tak hanya di Dusun Tutang, Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur. Namun juga di Desa Gelanggang. Diman jalur ini merupakan jalur penghubung dua kecamatan antara kecamatan Sakra dan Sakti. 

"Seperti yang disampaikan pak camat bahwa jalan ini sudah diketok palu untuk diperbaiki tahun 2021 ini tepatnya bulan apa belum diketahui," sebutnya.

Lantaran itu, ia berharap Pemkab Lotim agar secepat mungkin melakukan perbaikan. Lantaran jalan tersebut termasuk jalur utama masyarakat setempat.

Bahkan, terangnya, jalan itu penghubung ke Kota Selong. Ia mengakui, pemerintah melalui dinas terkait telah mengukur kerusakan jalan itu. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan.

"Pemda juga pernah turun ngukur dan survei. kami harap jalan ini segera diperbaiki agar tidak ada lagi masyarakat yang terjatuh," bebernya

Terpisah, Camat Sakra Timur Muhsin saat dikonfirmasi menerangkan, jika jalan itu sudah masuk dalam daftar perbaikan yang akan dikerjakan oleh Dinas PUPR di tahun 2021 ini. 

Jalan ini juga telah melalui proses pengukuran. Hanya saja, ia mengakui belum ada kejelasan kapan akan dieksekusi.

"Terkait tindakan masyarakat itu tidak masalah untuk supaya bisa dilalui jalan tersebut oleh pengendara sepeda motor maupun mobil karena memang jalan itu cukup parah kelihatannya," terang Muhsin. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar