Jejak Terkini

Cegah DBD, Dikes Lobar Gelar Fogging

FOGGING: Dikes Lombok Barat menggelar fogging untuk antisipasi perkembangan nyamuk DBD.

GERUNG
—Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim penghujan biasanya cenderung meningkat. Demi mencegah perkembangabiakan nyamuk Aedes Aegypti tersebut Dinas Kesehatan Lombok Barat menggelar fogging.

"Di wilayah Lombok Barat, pada musim hujan tahun ini juga telah terjadi beberapa kasus positif DBD," ungkap Kepala Seksi Surveilans Pengamatan Penyakit dan Mitigasi Bencana Dikes Lombok Barat, I Made Santiana, Senin (4/12).

Selama ini, jelasnya, banyak yang salah paham tentang fogging DBD. Dimana fogging (pengasapan) tersebut dianggap sebagai satu-satunya solusi penanggulangan wabah DBD. 

Kata dia, ada beberapa tahapan sebelum dilakukan fogging. Pertama, setelah menerima laporan adanya penderita, petugas akan melakukan surveilans epidemiologi.

Kegiatan penyelidikan dan pengumpulan data itu untuk memastikan adanya wabah DB di suatu wilayah. Dalam penyelidikan epidemiologi tersebut juga dilakukan pemantauan jentik.

Langkah ini diambil untuk mengetahui keberadaan jentik nyamuk Aedes Aegipty di tempat-tempat penampungan air masyarakat. Jika angka bebas jentik (ABJ) di bawah 95 persen dan dinyatakan sebagai endemis, maka petugas meminta masyarakat melakukan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). PSN sebagai prasyarat sebelum fogging dilakukan.

Lanjut kata dia, Standar Operasional Prosedur (SOP) tersebut harus dijalankan, agar fogging yang dilakukan efektif atau tidak sia-sia. Jangan sampai ketika ABJ masih tinggi (diatas 95 persen) langsung dilakukan fogging. 

Nilai ABJ yang tinggi hanya dapat dicapai dengan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), bukan dengan fogging. Nilai ABJ yang tinggi akan menekan kasus DBD, sehingga diharapkan timbul kesadaran di masyarakat.

"Bahwa tindakan PSN adalah tindakan yang harus secara rutin dan kontinyu dilakukan untuk menekan kasus kejadian DBD," ujarnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar