Jejak Terkini

Ini Dua Sektor yang Harus Digenjot Dongkrak IPM Lotim

H. Dewanto Hadi

SELONG
--Upaya Pemkab Lombok Timur keluar dari klasemen bontot perolehan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus digenjot. Namun demikian, sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang masih harus diperhatikan.

"Hal itu menunjukkan bahwa tidak mudah meningkatkan IPM," ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, H Dewanto Hadi, Selasa (19/1).

Selama ini IPM Kabupaten Lotim masih berada di posisi klasemen bontot. Lotim menduduki posisi kedelapan dari 10 kabupaten kota yang ada di NTB.

Agar bisa keluar dari jurang klasemen, lanjutnya, dibutuhkan kerja keras terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Dua indikator ini disebutnya sebagai penopang kemajuan IPM Lombok Timur.

Khusus untuk sektor pendidikan, terangnya, masih dibutuhkan kerja keras. Dalam proses kerja ini, tidak cukup mengandalkan pemerintah daerah.

Dukungan kerja dalam bidang pendidikan bisa dilakukan semua pihak. Tak terkecuali dukungan dari organisasi profesi seperti PGRI, IGI dan FIGUR. 

Ia lantas menyebut sejumlah hambatan dalam bidang pendidikan. Salah satunya yakni, kesibukan pemerintah daerah (Dinas Pendidikan) mengurus hal yang bersifat rutinitas. Praktis, banyak hal yang luput dari hal yang bersifat formal.

Akibatnya, waktu untuk memikirkan inovasi yang memungkinkan menghasilkan hal positif tidak cukup. Karena itu, ia menilai komitmen dan kerja sama yang baik dari organisasi untuk kemajuan bersama dapat ditingkatkan.

Dewanto Hadi percaya, kemampuan peserta didik di Lombok Timur sama dengan di daerah lain. Namun begitu untuk memaksimalkan potensi tersebut dibutuhkan kesempatan dan bimbingan yang lebih baik.

"Saya percaya potensi anak-anak didik di Lotim sama dengan di daerah lain. Hanya saja kita butuh kesempatan dan bimbingan lebih maksimal," tutupnya. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar