Jejak Terkini

Figur Hadir Jembatani Pengembangan Potensi Guru

MUSKER: Figur Lotim saat menggelar musyawarah kerja di BLKI Lombok Timur.

SELONG
--Mengusung tema Meneguhkan Eksistensi dan Kontribusi Lembaga untuk Kemajuan dan daya Saing Pendidikan di Lombok Timur, Forum Ilmiah Guru (Figur) menggelar musyawarah kerja perdana. Agenda ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) Lombok Timur.

Sekretaris Jendral Figur Lombok Timur, Herman SPd menerangkan, kegiatan tersebut dihajatkan untuk konsolidasi kepengurusan. Menurutnya, satu tahun ini pihaknya telah merekrut anggota, khususnya bagi guru di kecamatan.

"Maka perlu menguatkan barisan, agar kemudian langkah-langkah kita terencana dan terukur bisa kita evaluasi dengan baik ke depan," terang Herman, saat ditemui JEJAK LOMBOK, Senin (18/1).

Lewat musyawarah kerja, jelasnya, diharapkan visi misi yang telah dicanangkan empat tahun ke depan dapat tercapai. Atas alasan ini pula Figur Lotim mengusung tema soal eksistensi dan kontribusi.

Figur, terangnya, secara de facto berdiri sejak tahun 2019 lalu. Lembaga ini telah banyak melakukan kajian, membuat kegiatan karya tulis ilmiah untuk guru.

Sontak apa yang dialakukan lembaga yang notabenenya guru itu mendapatkan apresiasi dari kalangan seprofesinya. Banyak yang meminta agar dilaksanakan agenda serupa setiap tahunnya. 

Sebenarnya, kata dia, di bumi Patuh Karya tak kekurangan orang dengan profesi guru yang memiliki prestasi dibidangnya. Banyak dari mereka yang telah mengikuti pelatihan baik regional, nasional dan internasional.

"Tapi masalah kita pada saat kembali Lotim tidak ada ruang menyalurkan ilmu yang pernah kita dapatkan. Wadah itu baik berupa dukungan atau pun apresiasi oleh Pemkab," terangnya

Bicara pendidikan, ucapnya, satu hal yang perlu menjadi perhatian. Yakni ruh dari pendidikan itu sendiri, yaitu kualitas guru.

Hal ini, bebernya, tak akan dapat terwujud jika tidak ada program yang mengarah kepada pengembangan diri bagi guru, selaku tenaga pengajar.

Lantaran itu, sebutnya, Figur hadir untuk menjembatani kebutuhan pahlawan tanpa tanda jasa itu. Baik berupa pelatihan dan pendidikan yang secara berkelanjutan. 

Terlebih sampai saat ini, imbuhnya, ia merasakan sendiri jika pengembangan diri bagi guru di Lotim masih sangat kurang. 

"Sehingga motto long life education bagi guru di Kabupaten Lombok Timur ini terus menyala," tegasnya.

Keberadaan lembaga ini, jelasnya, sangat penting mencoba berkontribusi bagi pengembangan profesionalisme guru kedepannya. Output dari hal ini hendak bermuara pada pengembangan strategi belajar guru. Terutama pada pembelajaran yang sifatnya kekinian dan terbentuknya karakter anak.

"Hasilnya nanti mutu pendidikan di Lotim dapat meningkat," lanjutnya.

Masih kata Herman, seusai menggelar musyawarah kerja tersebut, setidaknya ia memiliki tiga harapan. Yakni pertama, dapat tersusun program yang nantinya jadi panduan kerja Figur Lotim empat tahun mendatang.

Kedua, program tersebut akan menjadi bahan melakukan hearing dengan pihak yang berkepentingan. Baik itu Pemkab, swasta, atau pun NGO lainnya, khususnya yang konsen di bidang pendidikan. Ketiga, semua ilmu dan sumber daya yang ada di Figur dapat terdistribusi dengan baik, khususnya bagi semua guru di Lotim.

"Figur ini diisi oleh guru yang berprestasi, yang telah mengikuti event, dan siap berbagi dengan semua guru di Lotim," ungkapnya. (sy)

Posting Komentar

0 Komentar