Jejak Terkini

700 Ribu Butir Telur NTB Masih Dipasok

Hj. Budi Septiani

MATARAM
--Kebutuhan konsumsi telur di NTB rupanya sangat tinggi. Setiap hari, setidak tidak kurang dari 1,3 juta telur yang dikonsumsi.

Tingginya konsumsi telur ini rupanya tidak sebanding dangan daya produksi telur di tingkat peternak. Buntutnya, NTB setiap hari kekurangan ratusan ribu telur setiap hari.

"Bayangkan saja itu. Dari 1,3 juta ribu telur yang dikonsumsi itu, ada sekitar 700 ribu butir telur yang dipasok dari luar," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Hj. Budi Septiani, Senin (18/1).

Daerah penyuplai kekurangan telur NTB ini disebutnya berasal dari dua tempat. Keduanya yakni Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Tragisnya lagi, dari jumlah suplai kedua daerah ini juga rupanya lebih rendah dari kemampuan produksi peternak lokal. Para peternak di NTB hanya mampu memproduksi sekitar 600 ribu butir telur per hari.

Sadar dengan minimnya kemampuan produksi telur peternak, pihaknya kini menggencarkan program bantuan ternak ayam petelur. Tahun ini, 2021, sedikitnya sekitar 100 kelompok yang diusulkan untuk budidaya ayam petelur.

Jumlah sebanyak 100 kelompok itu, jelasnya, masih sebatas usulan. Realisasi bantuan dipastikan setelah melalui proses verifikasi administrasi dan cek lapangan.

Namun demikian, ujarnya, dari 100 kelompok yang diusulkan tersebut tergantung dari ketersediaan anggaran. Sayangnya, saat diminta membuka jumlah nomenklatur anggaran ini, ia tidak menjawab spesifik.

Bagi Hj. Budi, ada niat baik dalam program bantuan tersebut. Tidak saja untuk menekan telur yang masuk dari luar NTB, tapi juga Agara ada dampak ekonomi bagi warga lokal.

Dengan semakin banyaknya peternakan ayam petelur, jelasnya, paling tidak pihaknya bisa menekan uang masyarakat yang keluar NTB. Di lain sisi, perputaran uang masyarakat NTB di dalam daerah akan berdampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat sendiri.

"Itu niat baik dari kita untuk menekan telur yang masuk," tegasnya.

Sejauh ini, jelasnya, proposal ajuan penerima bantuan ini sudah sangat banyak. Usulan terus berdatangan.

Terhadap usulan ini, ia memastikan tidak ada tebang pilih atau titipan dinas. Kelompok penerima bantuan dipastikan melalui proses verifikasi pihaknya.

"Saya sudah tegaskan ke staf. Yang terima bantuan harus sesuai persyaratan dan diutamakan para peternak yang sudah punya pengalaman," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar