Jejak Terkini

Yuk! Kunjungi Pesona Ekowisata Mangrove Sekotong

KEREN: Inilah sisi lain keindaham wisata mangrove sekotong yang keren.

GERUNG
–Bingung mau liburan kemana bersama keluarga? Yuk coba datangi Ekowisata Mangrove Tanjung Batu. 

Wisata baru ini merupakan produk dari buah tangan kreatif Pemerintah Desa (Pemdes) Sekotong Tengah bersama pemuda setempat. Mereka menyulap hutan bakau menjadi kawasan ekowisata yang menawarkan sensasi keindahan tersendiri.

Lokasi wisata ini berada di Dusun Sekotong Dua, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Lokasinya pun mudah ditemukan karena berada di pinggir jalan besar. Selain itu, para pengunjung cukup menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari Kota Mataram.

Dari sebelah lokasi parkir, sudah terdapat gapura wisata. Gapura itu sebagai penanda lokasi destinasi yang dituju.

Setelah gapura itu, ada jembatan kayu jati sepanjang 150 meter membentang masuk ke hutan bakau. Pengelola setempat menyebut itu sebagai tracking. Sepanjang tracking dipasang berbagai macam kata-kata mutiara yang kekinian.

Tak hanya itu, tong sampah juga disediakan. Itu dimaksud untuk menjaga kebersihan hutan bakau. 

"Semakin kita masuk ke dalam hutan bakau, pemandangan memukau yang disuguhkan. Bahkan bangku di sepanjang track sudah kita siapkan agar pengunjung dapat menikmati suasana ekowisata ini sambil bersantai," kata Lalu Hendi Zulfan, selaku pengelola, Selasa (3/11).

Disebutkan Hendi, di ujung track terdapat menara setinggi 13 meter dan berlambang cinta. Tentunya ini menjadi daya tarik tersendiri sebagai spot selfi.

"Masuk ke lokasi ini cukup dengan membayar parkir Rp 2 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati ekowisata mangrove. Untuk tarif masuk, pihak desa masih menyusun Peraturan Desa (Perdes)," akunya.  

Nadia salah satu pengunjung asal Mataram menuturkan, Ekowisata Mangrove Tanjung Batu ini sangat keren. Pemdes setempat dianggap sangat kreatif menyulap wisata ini menjadi wahana rekreasi dan edukasi.

"Wisata ini baru dibuka tapi sudah ramai pengunjung berlibur ketempat ini," akunya.

Nadia mengaku, di tempat ini tidak hanya bisa menikmati hamparan mangrove yang asri. Pengunjung juga bisa mengenal lebih jauh ekosistem mangrove.

"Di tempat ini juga kita bisa menikmati sunrise bahkan sunset, karena sudah disiapkan menara setinggi 13 meter untuk mengabadikan momen dari ketinggian," ungkapnya.


Ditemui JEJAK LOMBOK di kesempatan terpisah, Kades Sekotong Tengah, Lalu Sarappudin mengatakan, pembangunan penataan kawasan Ekowisata Mangrove Tanjung Batu mulai pada November 2018 lalu. 

"Ekowisata mangrove ini kita mulai untuk penataannya dan kemudian terlaksana tahun 2019 yang kita danai dari Anggaran Dana Desa (DD) dengan anggarkan Rp 314 juta di termin pertama," katanya.

Disebutkan Lalu Sarappudin, sejumlah fasilitas sudah dibangun di lokasi ini. Sebut saja seperti jembatan lintasan sepanjang 150 meter dengan lebar 1,5 meter. Ditambah lagi bangunan menara setinggi 13 meter.

Lanjut dikatakan Lalu Sarappudin, di kawasan wisata mangrove dilengkapi juga dengan lampu hias. Tujuannya, kalau malam hari kelihatan menarik dan ditambah hiasan lain untuk spot selfi yang bertuliskan kata-kata mutiara.

"Untuk 2020 kita anggarkan sekitar Rp 400 juta untuk tambahan tracking lintasan sekitar 120 meter dilengkapi dengan fasilitas lain seperti berugak, aula dan lesehan. Ini kita bangun untuk mendukung fasilitas bagi para pengunjung," jelasnya.

Lalu Sarappudin menambahkan, tujuan dibangunnya kawasan ekowisata ini bisa mengurangi pengangguran. Selain itu, bisa meningkatkan penghasilan warga dengan membuka stand untuk berjualan.

"Rencananya nanti kami akan resmikan  setelah selesai bangunan tahun 2020," ujarnya. (and)

Posting Komentar

0 Komentar