Kemenparekraf Gelar Bimbingan Teknis SDM Ekonomi Kreatif Berbasis Smarphone

BERSIH-BERSIH: Inilah aksi bersih-bersih setelah peserta mengikuti pelatihan ekonomi kreatif berbasis smartphone.

GERUNG
–Demi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal pemasaran produk ekonomi kreatif (Ekraf) di Lombok Barat (Lobar), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) menggelar bimbingan teknis yang berfokus pada teknik fotografi berbasis smarphone. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di dua desa, yakni di Batu Kumbung Kecamatan Lingsar dan Sesaot Kecamatan Narmada. 

Jika sebelumnya, bimtek menyasar 100 pelaku ekraf di kawasan Desa Batu Kumbung, di hari kedua ini 100 peserta berasal dari pelaku ekraf dari 3 desa yakni Desa Sesaot, Pakuan dan Buwun Sejati dan berlokasi di Purekmas Sesaot, Kamis (5/11).

Hadir langsung membuka bimtek yakni Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Ekonomi Kreatif Kemenparekraf RI Muhammad Riki Fauziani, beserta kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar H Saepul Akhkam, Camat Narmada M. Busyairi dan Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni.

Pada sambutannya, Riki mengajak semua peserta bangga terhadap daerah imi. Menurutnya untuk mengembangkan sebuah daerah, masyarakat harus bangga dulu terhadap daerahnya sendiri. 

"Kalau kita gak bangga sama daerah sendiri, lantas siapa yang mau lihat daerah kita," ucap Riki. 

Dia kemudian menyampaikan bagaimana pentingnya teknik dalam hal memasarkan produk melalui platform digital. Terutama saat pandemi sekarang ini, dengan adanya platform-platform digital sekarang ini, tidak perlu lagi kita jualan di pinggir jalan. 

Dia menuturkan, pentingnya memanfaatkan smartphone sebagai sarana untuk menimba informasi positif. 

"Jika dulu buku adalah jendela dunia, hari ini dengan smartphone, dunia ini seperti di genggaman kita," tuturnya.

Senada dengan Riki, di kesempatan ini  Kepala Dinas Pariwisata Lobar Saepul Akhkam juga mengimbau kepada para peserta yang hadir, untuk bisa memanfaatkan kekayaan alam yang ada di kawasan masing-masing. Dengan demikian bisa menghasilkan kepariwisataan yang berkelanjutan. 

"Alam Sesaot ini adalah kekayaan yang dikaruniai Tuhan, jadi untuk mensyukurinya kita harus bisa memelihara dan memanfaatkannya menjadi sesuatu hal yang positif," tutur Akhkam. 

Setelah acara pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan bimtek SDM ekonomi kreatif dengan tema Smartphonegraphy. 

Dalam sesi ini para peserta diberikan sejumlah tips mengambil foto produk ekonomi kreatif dengan smartphone oleh Dewi Sartika Bukit. Sosok ini merupakan seorang fotografer lulusan Institut Kesenian Jogjakarta.

Di akhir kegiatan, para peserta kemudian diajak membersihkan kawasan Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekmas) Sesaot. Kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian program BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) yang juga merupakan program Kemenparekraf RI dengan diawali penyerahan secara simbolis alat-alat kebersihan oleh Direktur PSDM Ekraf RI kepada Kadispar Lobar. (and)

Posting Komentar

0 Komentar