Anak-anak Muda Pelopor Pariwisata (1)

Imran Al-Isad, Penyulap Kolam Sampah Menjadi Destinasi Wisata nan Megah

Imran Al-Isad

SELONG
--Siapa yang tak kenal destinasi Denda Seruni. Sebuah destinasi wisata yang terkenal dengan view instagramable itu tidak hanya dikenal oleh wisatawan lokal saja, tapi juga dikenal oleh wisatawan mancanegara.

Jauh sebelum menghasilkan view yang megah, konon lokasi wisata yang terletak di wilayah utara Lombok Timur itu dipenuhi oleh tumpukan sampah di sepanjang badan rawa. 

Belakangan, destinasi itu luar biasa tersohor. Rawa yang semula penuh sampah kini tampak berbeda. Rawa itu seolah tak ada yang tahu jika dulu pernah banyaknl sampah di tempat itu.

Di balik tersohor dan indahnya pemandangan di destinasi Denda Seruni, rupanya ada tangan dingin yang membesutnya. Sosok tersebut bernama Imran Al-Isad.

Kepada JEJAK LOMBOK, Imran bercerita, semuanya berawal dari browsing di sosial media. Setelah menjelajahi dunia Maya, ia mengaku mulai tertarik dan berfikir menyulap kolam sampah di dusunnya menjadi sebuah lokasi yang bernilai ekonomi. 

Keinginannya itu kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi bersama pemerintah desa. Tak lama setelah disetujui, Imran bersama dengan pemuda dan karang taruna mulai membersihkan sampah yang berserakan. 

Ia tidak menafikkan, saat memulai aksinya cemoohan dari sekelompok pemuda dan masyarakat kerap kali didapatkan. Namun, dibantu oleh beberapa orang pemuda, ia terus melakukan penataan sembari membersihkan kolam sampah tersebut. 

Menara Eiffel di Denda Seruni.

Tak tanggung- tanggung, lima bulan lamanya ia melakukan penataan hingga menemukan view yang sederhana. Selama itu, Imran terus memperkenalkan calon wisatanya melalui media sosial.

Tepat pada tanggal 6 juni 2019 lalu, pengerjaan wisata impiannya pun selesai dilaksanakan dan resmi dibuka dengan pemberlakuan tiket masuk. Ia mengaku, meskipun baru pertama dibuka, wisata Denda Seruni cukup ramai pengunjung.

Tak sampai disana, inovasi Imran sebagai pengelola wisata terus saja berkembang hingga memumculkan Menara Eiffel sebagai view andalannya saat ini. Meskipun terbuat dari bambu, menara tersebut berhasil mendatangkan pengunjung hingga 14.300 orang per 30 oktober 2020. 

Rasa senang tak luput menyelimuti hati pemuda Dusun Mandar kelahiran 1989 itu. Selain dapat mengaplikasikan idenya, ia juga merasa bersyukur dapat membantu mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama para muda mudi di desa setempat.

Kedepan, Imran akan melakukan pengembangan item wisata perkebunan yang tak jauh dari lokasi tersebut. Saat ini, dirinya sedang merancang konsep pengembangan wisata tersebut.

Imran berharap dengan adanya destinasi wisata Denda Seruni, kedepan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakatnya kearah yang lebih baik. (hs)

Bersambung...

Posting Komentar

0 Komentar