Wisata Pantai Kerakat Habiskan Anggaran Rp 2,5 Miliar

H. Mugni

SELONG
--Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, H Mugni menyebutkan, wisata Pantai Kerakat sudah menghabiskan anggaran tidak kurang dari Rp 2,5 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk penataan destinasi tersebut.

"Kita membangun dan menata Pantai Kerakat ini sudah sejak dulu. Sekarang destinasi ini milik Dispar Lotim," ungkapnya, Selasa (20/10).

Sejak ditata dan dikembangkan, jelasnya, pantai ini sudah mampu mendatangkan PAD. Hanya saja, pendapatan daerah itu baru bisa diambil setelah ada fasilitas.

Karena itu, jelasnya, pengunjung yang hendak berwisata di Pantai Kerakat akan dipunguti biaya. Ini tidak lepas dari tersedianya semua fasilitas yang telah dibangun di tempat tersebut.

Beberapa fasilitas yang dibangun diantaranya seperti berugak dan lapak-lapak pedagang. Fasilitas lain yang tersedia yakni fasilitas kebersihan.

"Nah dari pungutan itulah yang dipakai petugas untuk operasional. Kalau tidak dikelola seperti itu maka tidak ada yang mengelolanya," sebutnya.

Mugni juga menambahkan destinasi wisata harus mendatangkan PAD. Dengan ada pendapatan daerah setidaknya bisa membagun daerah.

Sementara itu, untuk pengelolaan pariwisata di Kerakat diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sejak diserahkan pengelolaannya, destinasi ini mampu membuka lapangan kerja. 

"Dengan kita kelola seperti itu maka akan membuka lapangan kerja untuk masyrakat di sana," terangnya.

Mugni lantas menyinggung sistem pembagian pendapatan dari destinasi tersebut. 60 persen pendapatan diambil daerah, sementara 40 persen dikembalikan ke warga sekitar.

"Di dalam 40 persen itu ada 20 persen jatah pemerintah desa," tegasnya. (cr-zaa) 

Posting Komentar

0 Komentar