Jejak Terkini

Sekda Sebut Dalam Sistem Daring Harus Ada Pengawasan

H. M. Juaini Taofik

SELONG
--Belajar tatap muka bagi peserta didik hingga saat ini belum bisa dilaksanakan. Buntutnya, belajar via daring (dalam jaringan) masih terus dilakukan.

Sekda Lotim, HM Juaeni Taofik mengatakan, ada beberapa sekolah kini sudah berhasil membuat kurikulum berbasis daring. Kurikulum inipun sudah mulai dilaksanakan. 

"Sekarang kurikulum daring ini sudah dilaksanakan oleh beberapa sekolah," ungkapnya, Jumat (9/10).

Untuk tingkap SLTA, jelasnya, bisa melakukan tatap muka karena Lombok timur sudah bergeser ke zona kuning. Namun demikian, masih sebatas dilakukan uji coba dan dilaksanakan pe yg kehati-hatian.

"Kita pernah merasakan covid ini, satu saja yang kena penularanya sangat berbahaya, bukan penyakitnya," katanya.

Terhadap pola belajar daring, khusus untuk sekolah dasar SD/SMP disebutnya harus berhati-hati. Ini karna rata-rata peserta didik berusia 10 tahun ke bawah dan termasuk berisiko tinggi. 

"Sama risikonya 10 tahun ke bawah dengan 60 tahun keatas," sebutnya.

Para guru-guru setelah melakukan sistem daring nantinya harus ekstra memonitor peserta didik. Selain itu, orangtua harus melakukan pengawasan dalam melakukan daring, karena sistem ini ada positif dan negatifnya.

"Negatifnya sistem daring ini bayaknya peserta didik ini dipaksa mengunakan android. Ada saja akses situs-situs gelap yang masuk,  foto-foto yang tidak boleh diliihat oleh anak yang di bawah umur, harus peran orang tua untuk mengawasinya," tutupnya. (cr-zaa) 

Posting Komentar

0 Komentar