Jejak Terkini

Si Ikonik yang Ciamik Bernama Pantai Kura-kura

IKONIK: Inilah pemandangan ikonik yang menjadi daya tarik di Pantai Kura-kura, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

SELONG--Matahari sudah searah jarum jam 12 di atas kepala. Teriknya yang sedang berjelaga seolah tak bisa menyurutkan lalu lalang kendaraan bermotor hilir mudik keluar masuk di jalanan tanah berdebu.

Jalan sepanjang 200 meter berwarna kelabu itu menjadi saksi betapa pengunjung seumpama barisan semut. Satu demi satu para pemotor dan pengguna mobil tertib menunggu giliran sebelum disilahkan memasuki kawasan pantai.

Di ujung paling depan, nampak beberapa petugas berusia sekitar belasan tahun silih berganti membukakan portal gerbang masuk. Sebelum pengunjung diberikan izin, para petugas lebih dulu mengambil lembaran uang Rp 5 ribu. Uang itu sebagai tiket masuk di kawasan tersebut.

Sepertinya para petugas berusia sangat muda ini merupakan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan itu.

Sepanjang masa menunggu di barisan antre, tamparan sinar matahari terasa cukup menyengat. Beruntung, siur angin laut yang cukup keras sangat membantu menghilangkan panas.

Begitulah suasana di gerbang masuk menuju Pantai Kura-Kura. Pantai yang berada di Desa Ekas Buana ini tercatat menjadi salah satu destinasi yang paling diburu saat ini.

Dapat dimaklumi kenapa pantai ini begitu diserbu pengunjung. Daya tariknya terletak pada gundukan pulau kecil di tengah laut yang menyerupai kura-kura. Pemandangan ikonik inilah yang menjadi sebab kenapa dinamai Pantai Kura-Kura.

Tuturan mulut ke mulut tentang keindahan pantai ini bukan isapan jempol. Dengan bibir pantainya yang lebar datar, sudah menjadi daya pikat yang luar biasa. Belum lagi padanan keindahan itu ditambah lagi dengan pasir putihnya.

Minggu (12/7), saat Jejak Lombok menapaki pantai ini, nampak pengunjung cukup banyak. Hanya saja karena ombak yang deras, tak satu pun terlihat dari mereka mandi di pantai.

Untuk bisa sampai ke pantai ikonik ini, pengunjung terlebih dulu akan menempuh perjalanan menuju Desa Pemongkong. Di simpang tiga Kantor Desa Pemongkong dari arah utara, pengunjung hendaknya mengambil jalan belok kanan menuju Desa Kwang Rundun.

Akses jalan yang dilalui tidak perlu dikhawatirkan. Sepanjang jalan yang dilalui sudah dihotmik.

Nantinya setelah melewati rute itu, pengunjung tidak perlu bingung mencari titik lokasi yang hendak dituju. Rambu-rambu penunjuk sebagai kompas yang akan memandu pengunjung hingga ke lokasi.

Setiba di lokasi, di pantai ini sudah disediakan beberapa fasilitas yang membuat pengunjung merasa lebih nyaman. Ada beberapa berugaq (gazebo) untuk istirahat. Ada pula beberapa kedai dan warung warga untuk sekedar membeli makanan dan minuman ringan.

Kepala Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur Ahmad Nursandi mengatakan, pengelolaan Pantai Kura-kura diserahkan kepada para pemuda karang taruna setempat. Pengelolaan pantai ini baru dimulai beberapa bulan saja.

"Tarif yang kami berlakukan sesuai dengan Perdes. Besarannya Rp 5 ribu," ucapnya.

Pantai ini mula ramai dikunjungi, jelasnya sejak para netizen banyak mengunggah foto mereka dengan view berlatar pantai tersebut. Apa yang dilakukan para netizen disebutnya sangat membantu pihaknya dalam memasarkan keberadaan kawasan itu.

Kedepan, di pantai ini pihaknya akan menambah fasilitas yang dibutuhi pengunjung. Seperti bak sampah misalnya. Fasilitas ini akan diperbanyak demi menjaga kawasan pantai ini lebih bersih. (jl)





Posting Komentar

0 Komentar