728x90

ad

Pemkot Mataram Harus Lebih Serius Tangani Corona

KONFERENSI PERS: Wagub NTB saat menggelar jumpa pers bersama para pimpinan media di NTB terkait perkembangan virus corona.
MATARAM--Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat tercatat sebagai daerah terakhir yang masuk zona merah penyebaran virus corona. Hanya saja, Lombok Barat telah menunjukkan kemajuannya.

"Terhitung hanya tinggal tiga kecamatan yang masih zona merah di Kabupaten Lombok Barat. Sementara Kota Mataram seluruh daerahnya masih zona merah," ucap Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Selasa (7/7).

Agar tak ketinggalan menangani penyebaran virus ini, Wagub mengajak Pemerintah Kota Mataram untuk lebih serius menangani penyebaran virus tersebut. Keseriusan Pemerintah Kota Mataram sangat diperlukan dalam penegakan protokol kesehatan virus corona.

Keseriusan ini, lanjutnya, terutama pada pusat-pusat keramaian. Selain itu, harus melaksanakan tracing secara masif.

“Kita mohon keseriusan Pemerintah Kota Mataram untuk betul-betul menangani pendisiplinan masyarakat ini dengan baik, melakukan traking dan test masif. Semakin banyak yang terjaring, maka semakin banyak yang bisa kita lindungi,” ujarnya.

Menurutnya, semua pihak diharapkan tetap berkolaborasi, bersinergi dan bergandeng tangan menangani pandemi ini. Adapun peran TNI dan Polri dinilai sudah sangat aktif memberikan dukungan dalam penanganan pandemi ini.

Di lain sisi, Pemprov NTB juga sangat gencar melakukan program maskerisasi, bahkan secara khusus di Kota Mataram.

Wagub juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh media atas partisipasi dalam memberikan pemahaman dan edukasi terkait protokol virus corona.

Kerjasama media dan pemerintah diharapkan  dapat terus terjalin. Dalam kerjasama itu dibutuhkan persepsi yang sama, yakni dibutuhkan kedisiplinan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan virus corona.

Sementara itu Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H Lalu Hamzi Fikri memaparkan perkembangan terkini penyebaran virus Corona di daerah. Pihaknya sampai dengan tanggal 6 Juli telah merawat sebanyak 14 orang bayi, 54 anak dan 397 orang dewasa dengan total 465 pasien telah ditanganinya. Namun dari jumlah tersebut sebanyak 130 orang yang dinyatakan positif.

"Kita tetap wapada tinggi dan nenyikapi ini harus tetap tenang," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy menyampaikan, media telah banyak membantu dalam memberikan motivasi, pencerahan dan pencerdasan kepada masyarakat. Karena itu, ia meminta agar kedepan kerjasama pemerintah dengan media lebih ditingkatkan lagi.

"Kita ingin kita dan media ini memiliki frekuensi dan visi yang sama terkait tentang apa yang menjadi pesan dan tema-tema utama sehingga pendidikan, edukasi, pencerahan kepada masyarakat ini bisa terus kita lakukan sesuai dengan kondisi terkini NTB," pintanya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar