Jejak Terkini

Madrasah Kian Diminati, Kemenag Terus Berbenah

HM. Zamroni Aziz
MATARAM-- Tren masyarakat mendidik anak-anaknya ke madrasah belakangan ini terus meningkat. Tak heran jika madrasah tidak lagi sebagai lembaga pendidikan kelas dua.

"Ya, animo masyarakat terus meningkat. Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sangat terasa," ujar Kabid Madrasah Kemenag NTB, HM Zamroni Aziz, Kamis (16/7).

Tingginya animo masyarakat ini, jelasnya ditandai semakin berkurangnya daya tampung ruang kelas belajar (RKB) madrasah. Kekurangan ini dirasakan sebagai akibat banyaknya masyarakat menitipkan anak mereka menimba ilmu.

Kekurangan RKB inipun belakangan menjadi atensi pihaknya. Dari Kemenag sendiri terus berupaya akan ada penambahan lokal kelas di madrasah yang banyak diburu masyarakat.

Hanya saja karena masa pandemi virus corona, hajatan menambah RKB menjadi terkendala. Ini karena semua anggaran direalokasi untuk penanggulangan wabah tersebut.

Kendati berada di tengah masa pandemi, Kemenag NTB pada tahun ini masih bisa bernafas lega. Ini karena adanya proyek Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN).

Tak tanggung-tanggung pada 2020 ini ada lima madrasah yang mendapat bantuan proyek ini di NTB. Beberapa diantaranya seperti, MTsN Lombok Timur, MIN 1 Kota Bima dan MIN 1 Kabupaten Bima.

Nilai proyek itu cukup fantastis. Jumlahnya mencapai Rp 26 miliar. Saat ini, penggelontoran dana proyek tersebut sedang dalam proses. Yang jelas realisasinya dipastikan tahun ini.

Andai bukan si masa pandemi, lanjutnya, akan lebih banyak lagi bantuan untuk proyek pembangunan RKB. Dengan demikian, keinginan masyarakat yang hendak menyekolahkan anaknya di madrasah bisa terjawab.

"Untuk saat ini, kita minta maaf kepada masyarakat agar bersabar jika ada yang tidak terakomodir anaknya. Kita terus melakukan pembenahan," jelasnya.

Bagi Zamroni, kian bertambahnya minat masyarakat terhadap madrasah disebabkan banyak faktor. Diantaranya karena dari sisi kualitas, madrasah juga berbenah.

Saat ini saja, jelasnya, banyak kegiatan dan lomba yang berorientasi prestasi dilaksanakan Kemenag. Cara ini rupanya dianggap cukup ampuh mengatasi ketertinggalan yang selama ini terjadi.

Belum lagi karena faktor perkembangan zaman. Di tengah masyarakat yang kian modern, cenderung menginginkan anak-anak mereka memiliki bekal ilmu agama yang memadai.

Di NTB, jelasnya, ada sekitar 2.900 lebih jumlah madrasah swasta. Jumlah ini terdiri dari tingkat RA, MI, MTs dan MA. Jumlah ini bum terhitung dengan yang berstatus madrasah negeri.

"Kalau yang negeri jumlahnya 78 madrasah," ucapnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar