728x90

ad

Bertemu Senator, Wagub Sebut Corona Bukan Virus Biasa

SILATURRAHMI: Saat anggota DPD RI, TGH Ibnu Kholil bersilaturahmi ke Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengemuka bahwa corona bukan virus biasa.
MATARAM--Keseriusan Pemprov NTB memutus mata rantai penyebaran virus corona cukup intensif. Semua stakeholder diminta bahu membahu memusnahkan wabah yang kini pandemi di seantero dunia itu.

Kamis (16/7), Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah kedatangan senator asal NTB, TGH Ibnu Kholil. Anggota DPD RI ini menemui Wagub di ruang kerjanya.

Kepada senator asal NTB tersebut, Wagub minta banyak dukungan dalam penanganan virus corona. Seluruh pemangku kepentingan harus punya suara sama bahwa virus ini berbahaya.

“Tugas kita membuat masyarakat paham. Jangan sampai ada masyarakat menganggap virus ini tidak ada,” ujar Wagub.

Rohmi menilai, penerapan protokol kesehatan sesungguhnya tidak terlalu susah. Masker harganya cukup terjangkau, bahkan banyak dibagikan oleh pemerintah. Tidak hanya itu, menjaga jarak dan mencuci tangan juga gratis. Intinya hanya membutuhkan kemauan.

Jika protokol kesehatan diabaikan, imbuhnya, kasihan para tenaga kesehatan. Mereka tidak bisa tidur nyenyak lantaran terus berjibaku seharian membantu menyembuhkan masyarkat.

Ketika mengedukasi masyarakat, tambahnya, harus dengan cara-cara yang sejuk. Keberadaan virus ini sangat berbahaya bagi manusia.

“Kita bantu nakes kita. Kasihan, mereka rela jauh dari keluarga, setengah mati berjuang memakai APD. Itu semua dilakukan demi kesehatan kita semua,” tambahnya.

Cucu pahlawan nasional TGHM Zainuddin Abdul Madjid ini melanjutkan, di tengah pandemi Corona, masyarakat harus tetap semangat. Namun tak lupa dalam keseharian harus pula tetap menjalani protokol kesehatan, konsisten dalam mengingatkan masyarakat.

“Tidak hanya nakes, ada TNI, Polri, Satpol PP, kasihan mereka semua, menjalankan tugas seharian,” tutup Wagub.

Sementara itu, Anggota DPD RI TGH Ibnu Kholil menyampaikan laporannya kepada Wagub NTB. Dikatakannya, masyarakat saat ini banyak yang menganggap corona ini hanya virus biasa.

“Banyak masyarakat kit menganggap Corona ini virus biasa. Bahkan, ada masyarakat menganggap Covid-19 ini tidak ada,” ujarnya.

DPD RI disebutnya konsisten menyampaikan edukasi sesuai arahan pemerintah. Masyarakat diminta tetap menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

“Insyaallah kami istiqamah mengedukasi masyarakat. Itu semua demi daerah kita tercinta,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri menyampaikan, tenaga kesehatan perlu disemangati. Psikologis mereka harus dijaga. Jangan sampai tenaga kesehatan menyerah.

“Nakes kita sangat lelah. Kita harus pandai-pandai semangati psikologis mereka, kalo tidak, mereka bisa nyerah,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi yang juga ikut mendampingi wakil gubernur minta seluruh pihak terus menyemangati, menjaga mental tenaga kesehatan. Langkah ini penting lantaran mereka berada di garda terdepan.

“Mental tenaga kesehatan kita perlu dijaga, mereka juga punya keluarga. Bisa saja mereka nyerah kalo kita menganggap corona ini tidak ada,” ujarnya.

Penerapan protokol kesehatan itu, lanjutnya, mendatangkan hikmah. Misalnya, dengan banyaknya penerbangan yang ditutup, langit pun menjadi lebih cerah. Karenanya, ia menyerukan agar semua pihak tetap mendukung penerapan protokol kesehatan ini.

“Masyarakat diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan tanpa harus mengeluarkan uang jutaan rupiah,” tutupnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar