728x90

ad

Hebat! Sepeda Listrik Karya Anak NTB Tembus Pasar Internasional

UJICOBA: Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah saat mencoba sepeda listrik karya anak NTB.
MATARAM--Satu lagi karya terbaru anak NTB, yaitu sebuah sepeda listrik yang diberi nama Le-Bui. Kendaraan dengan berbagai model ini membuat bangga masyarakat dan Pemprov NTB. Bagaimana tidak, sepeda hasil karya tangan kreatif Gede Sukarmati Jaya itu, sudah tembus pasar internasional.

Tidak tanggung- tanggung, hanya negara-negara di Benua Afrika yang belum bisa menikmati karyanya ini. Selain itu, ratusan sepeda listrik yang diinisiasi sejak tahun 2016 itu telah dinikmati dan dipakai oleh pecinta sepeda listrik di dunia.

Jumat pagi (26/6), Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan ujicoba sepeda tersebut di STI Park Banyumulek. Sepeda tersebut mampu menempuh jarak 30 Km untuk sekali pengisian daya atau sekitar dua sampai empat jam.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini menyampaikan kahadiran sepeda listrik, motor listrik dan mobil listrik menunjukkan bahwa anak anak NTB memiliki kemampuan yang selama ini tidak disadari banyak orang. Apalagi, ide dan gagasan besar itu muncul di tengah musibah virus corona.

"Sejatinya pembangunan itu adalah sebuah proses besar untuk meng-upgrade human capacity, meng-upgrade kemampuan masyarakat. Alhamdulillah corona ini adalah satu bencana yang menghadirkan keberkahan buat NTB," ucapnya.

Munculnya inovasi-inovasi seperti ini, lanjutnya, menyadarkan banyak pihak bahwa anak NTB bisa memproduksi banyak hal. Beberapa diantaranya seperti minyak kelapa, bikin sabun, bikin motor listrik, alat pelindung kesehatan serta berbagai inovasi lainnya.

Karena itu, tugas pemerintah disebutnya membantu menghidupkan UMK. Kedepan, hasil karya anak NTB ini bisa dipasarkan di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Sementara itu, Pencipta Sepeda Listrik, Gede Sukarmati Jaya menceritakan awal mula gagasan untuk membuat sepeda listrik itu. Awalnya, pembuatan sepeda listrik ini diilhami oleh hobinya waktu kecil, yaitu sepedaan. Namun karena usia, ia tidak bisa lagi sepedaan dengan jarak tempuh yang jauh. Dari sana muncullah ide bagaimana agar tetap bisa sepedaan dengan jarak tempuh yang jauh.

"Saya googling, tanya-tanya teman, bagaimana saya tetap bisa sepedaan jauh dan tidak membosankan. Ketemulah dengan yang namanya elektric kit. Yaitu mengubah sepeda yang kita beli di toko kemudian kita pasang electric kitnya, kemudian kita bisa sepedaan jauh," tuturnya.

Seiring waktu, ditambah dengan hasil diskusi bersama anggota komunitas, ia kemudian menambah kemampuan untuk berinovasi pada sepeda itu. Termasuk menambah kecepatan sepeda listriknya.

"Sepeda yang kita beli di toko itu harus kita bikinkan prime costume. Sehingga bisa menampung baterai berkapasitas besar. Saya coba bikin, sudah jadi, saya iseng-iseng pakai, bikin video di jalan, upload ke media sosial saya. Orang-orang luar kemudian melihat dan mereka suka, karena unik," jelasnya.

Ia mengaku, sepeda yang ia bikin tersebut bukan yang pertama dan yang terbaik bagi orang luar. Namun, ada keunikan yang mereka lihat, seperti style, cara mewarnai dan cara pembuatan yang masih handmade.

"Kalau bicara teknologi, tidak ada yang bisa mengalahkan mereka. Tapi kalau bicara masalah seni, tidak ada yang mampu mengalahkan kita," ungkapnya.

Keunikan itulah katanya mambuat orang tertarik, sehingga tidak kurang dari seratus unit sepeda listrik yang sudah ia ekspor ke luar negeri, seperti negara-negara di Benua Asia, Amerika dan Australia.

Untuk membuat satu sepeda listrik itu, ia membutuhkan waktu sekitar satu bulan, mulai dari proses awal hingga dapat dipakai. Untuk harga per unitnya, sepeda tersebut dinilai sekitar Rp15 juta, karena pembuatannya masih hand made, belum menggunakan teknologi yang modern.

"Kemampuan yang mesin 350 Watt, baterai yang 40 volt, kecepatan maksimum, kalau di barat orang mengatakan street legal, masih boleh di jalan, tanpa harus surat-surat. Kecepatannya di bawah 30 km/jam," jelasnya.

Ia berharap ke depan, pembuatan sepeda ini dapat didukung oleh teknologi modern yang dapat menghasilkan produk sepeda yang banyak dan berkualitas serta harga yang murah. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar