728x90

ad

Gunung Mengkodek, Gerbang Mistis Menuju Rinjani dan Sangkareang



SENSASIONAL: Pemandangan di Gunung Mengkodek nampak sensasional dan bisa memukau setiap pengunjung yang datang ke tempat itu.

SELONG—Pesona Gunung Mengkodek di Dusun Pesiringan, Desa Jeringo Kecamatan Suela tak boleh dilewatkan bagi para penggemar traveling. Bukit setinggi 1.200 mdpl ini sering kali menjadi pilihan tempat camping ground, terutama bagi mahasiswa.  

Bukit yang dihiasi rumput ilalang ini menawarkan pandangan yang eksotis. Selain itu, juga memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan jejak kerajaan Selaparang. 

Seperti cerita yang berkembang, konon Gunung Mengkodek adalah tempat meditasi para raja sejak Kedatuan Mumbul hingga raja-raja Kerajaan Selaparang. 

"Bagi sebagian orang, Gunung Mengkodek ini sangat sakral," kata Ketua Karang Taruna Desa Jeringo, Ahmad Muzakkir, belum lama ini.

Gunung Mengkodek, jelasnya, merupakan tempat yang cukup sakral dan memiliki nilai magis yang lumayan kuat. Bukti kesakralan tersebut yakni sampai saat ini masih banyak para petapa dan penggemar dunia mistis yang datang bermeditasi di puncak gunung tersebut.

Di puncak Gunung Mengkodek, bebernya, terdapat sebuah sumur tua yang sampai saat ini seperti lubang tidak bertuan. Konon di sumur tersebut, para petapa menyempurnakan kesaktiannya.

Zakir menceritakan, lubang itu dipercayai sebagi tempat ditanamnya pusaka Raja Selaparang sewaktu Anak Agung hendak merampas pusaka-pusaka kerajaan. Karena itu, tak jarang para petapa yang bermeditasi bertujuan mendapatkan pusaka tersebut. 

Ia juga menceritakan, Gunung Mengkodek dipercayai sebagai salah satu gerbang terowongan mistis menuju Gunung Rinjani dan Sangkareang. Sehingga tak jarang para petapa yang datang ke tempat itu dengan tujuan menuju Rinjani dan Sangkareang melalui gerbang mistis gunung tersebut.

"Begitulah sejarah yang berkembang tentang Gunung Mengkodek," ucapnya.

Dia mengatakan, di balik cerita itu Mengkodek menawarkan pesona. Salah satu pesona dari gunung ini adalah bisa melihat keindahan Pulau Lombok. Tak hanya itu, tempatnya yang tinggi dan dekat dengan pelabuhan menambah indahnya pemandangan di bagian sisi timur Pulau Lombok. 

Pesona lain yang disajikan gunung ini adalah hamparan sawah-sawah warga di sekitar gunung akan terlihat indah. Belum lagi di sepanjang bagian punggung bukit ini ditumbuhi ilalang yang membuat mata semakin takjub.

Yang paling indah, menurutnya, suasana malam ketika berada di gunung tersebut. Lampu kerlap kerlip nelayan di Selat Alas dan Pulau Sumbawa semakin memanjakan pandangan. 

"Kalau kita pernah ke Puncak Bogor pasti kita tau bagaimna nikmat indahnya malam dari puncak itu," katanya.

Ia menerangkan, tak hanya lampu-lampu rumah dan pandangan laut, tapi juga di tempat itu akan lebih indah ketika bulan purnama tiba. Bulan purnama di bukit tersebut dianggap terasa sangat berbeda. Lantaran di tempat tersebut bisa didapati pantulan sinar purnama yang terlihat luar biasa.

Namun demikian, disayangkan pesona Gunung Mengkodek ini belum terkelola dengan baik. Padahal menurutnya infrastruktur ke tempat tersebut sudah ada. Bahkan saat ini sedang proses jalan hotmik. 

Ia menuturkan, pesona Mengkodek menjadi daya tarik mahasiswa dan pemuda dari luar. Ia sering menemukan, mahasiswa dan pemuda dari berbagai daerah di Lombok ini berkunjung. Seperti dari Loteng, Lobar dan Kota Mataram. 

Menurutnya, jika pesona Mengkodek ini dikelola dengan baik. Tak hanya akan mendatangkan pengunjung ke Desa Jeringo, tapi juga menjadi salah satu mesin ekonomi warga. 

"Bukan hanya ekonomi warga, tapi juga akan berdampak ke PADes. Kita berharap ini dikelola dengan baik, dan kami siap membantu," kata Zakkir. 

Terpisah, Kepala Desa Jeringo Abdul Karim mengatakan, ia mengakui pesona Gunung Mengkodek sangat menarik. Hanya saja masih perlu penataan. 

Tak hanya Gunung Mengkodek, terangnya, di Desa Jeringo banyak bukit atau gunung yang menawarkan pesona luar biasa. Rata-rata dari gunung tersebut memiliki keindahan yang bisa memanjakan mata.

Tapi katanya, pengelolaan tersebut tak bisa hanya dengan semangat. Tapi, harus di dukung juga dengan modal yang besar. 

"Untuk menata Gunung Mengkodek, kita butuh modal besar," pungkasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar