Jejak Terkini

LFC Terlalu Perkasa, PS Hamzanwadi Tak Diberi Ampun

SELEBRASI: Para pemain LFC melakukan selebrasi setelah membobol gawang PS Hamzanwadi dalam pertandingan persahabatan.

MATARAM
-- Duel persahabatan antara Lombok Football Club (LFC) dan PS Hamzanwadi menyajikan laga seru. Pertemuan kedua tim menjadi ajang pembuktian kesiapan menyongsong Liga 3 sebelum play off dimulai.

Bertanding di Stadiun GOR 17 Desember Mataram, Minggu (14/11), di bawah guyuran hujan, LFC sejak awal tampil dominan. Klub yang dimiliki H Bambang Kristiono (HBK) mampu mengeksploitasi semua sisi lapangan.

Dominasinyang ditunjukkan LFC bisa terlihat dari skor akhir yang dibukukan. PS Hamzanwadi digunduli tanpa ampun dengan skor 5-0.

Yang istimewa dari laga ini yakni dengan hadirnya Presiden LFC, H Bambang Kristiono dan Pembina PS Hamzanwadi, HM Syamsul Luthfi. Kedua anggota DPR RI dapil Lombok ini sama-sama menyaksikan anak asuhnya bertanding hingga laga usai.

Sedianya sejak kick off babak pertama dimulai, kedua tim tampil dengan inisiatif menyerang. Namun jenderal lapangan tengah LFC yang dikomandoi Alfarizi, Arif dan Rudi terlihat lebih cekatan.

Trio lapangan tengah LFC mengeksplorasi lapangan lebih leluasa. Dari ketiganya aliran bola ke depan dan ke belakang lebih mengalir.

LFC yang memainkan formasi 4-3-3 terbukti lebih jeli memanfaatkan lebar lapangan. Beberapa kali dua striker Vijay dan Agus menusuk lewat sayap. 

Usaha anak-anak LFC akhirnya berbuah manis. Pada menit 14, Agus mengirim umpan kepada Bagas. Tanpa ampun Bagas menaklukkan kiper Hamzanwadi dengan sontekan tipuan. 

Gol perdana LFC tak membuat membuat anak-anak Hamzanwadi goyah. Berkali-kali mereka terus menyolidkan diri dengan mengembangkan permainan tim.

Seranhan demi serangan dilancarkan ke area pertahanan LFC. Sayang, serangan tim kebanggaan Lombok Timur ini selalu kandas terhalang kokohnya pertahanan Zahran, Ramzi, Yunus, dan Lodrico.

Di menit 30, LFC nyaris menggadakan kedudukan melalui kaki Agus. Umpan terobosan lini tengah gagal dimaksimalkan. 

Jelang berakhirnya babak pertama LFC mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran di kotak putih. Tomy yang turun sebagai eksekutor menendang bola dengan dingin. Skor berubah menjadi 2-0 untuk LFC hingga peluit babak pertama berakhir. 

Di babak kedua, LFC memberikan kesempatan bermain kepada beberapa pemain baru. Di awal babak kedua, kedua tim banyak berkutat di lini tengah. Aliran-aliran bola gagal masuk hingga lini belakang.

Setelah 15 menit babak kedua, LFC kembali memainkan umpan terobosan. Melalui skema umpan silang, Wahab menambah gol di menit 20. Sepakan dengan kaki bagian dalam gagal dihalau kiper PS Hamzanwadi.

Lini tengah LFC bergairah begitu Pogay masuk di menit 67. Pemain berpostur mungil namun lincah ini memainkan ritme permainan di lini tengah. 

Beberapa gocekan-gocekannya membuat repot gelandang PS Hamzanwadi. Tak hanya sekadar mengadu skill, beberapa kali Pogay menusuk ke jantung pertahanan. 

Umpan lambung Pogay di sisi kanan pertahanan berbuah sepak pojok. Wahab memanfaatkan sepak pojok dengan jeli. Skor bertambah menjadi 4-0 di menit 82.

PS Hamzanwadi yang tak ingin kehilangan muka mencoba kembali membangun serangan. Lagi-lagi lini pertahanan tim asuhan Hamzah Wardi tampil tangguh. Seperti babak pertama, hingga pengujung babak kedua kiper dari LFC tak mendapat serangan mematikan.

Keasyikan mengalirkan bola ke lini depan, pemain Hamzanwadi kembali kebobolan. Di menit 87 melalui aksi individu Pogay, umpan lambung terukur diselesaikan dengan manis oleh Rizwal. 

Gol tersebut menambah skor kemenangan LFC menjadi 5-0. Hingga peluit akhir pertandingan, skor pertandingan tak berubah.

Usai pertandingan Presiden LFC H. Bambang Kristiono, SE (HBK) berjumpa dengan pelatih dan pemain. Politisi Partai Gerindra ini memuji semangat pemain LFC. Meski bermain dalam guyuran hujan mereka sanggup menunjukkan determinasi.

"Kemampuan pemain masih bisa terus ditingkatkan. Uji coba ini untuk mengukur fisik, teknik dan tim work," katanya.

HBK memberi apresiasi kepada tim Hamzanwadi yang telah bersedia uji tanding. Menurutnya pertandingan persahabatan ini sebagai salah satu hiburan bagi masyarakat. Kerinduan masyarakat NTB terhadap sepakbola begitu tinggi.

"Terima kasih untuk Pak Lutfi atas kesempatan uji coba ini," sambungnya.

Dari pantauan HBK sepanjang 90 menit pertandingan, masih ada kelemahan dari LFC. Ia yakin kekurangan tersebut akan diperbaiki secara optimal. Sehingga pada pertandingan Liga III seluruh pemain benar-benar siap tanding.

"Masih ada waktu. Nanti tinggal diuji pada pertandingan berikutnya," imbuhnya.

Sementara itu Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono mengatakan, pertandingan ujicoba masih akan dilakukan oleh LFC beberapa waktu ke depan. Pelatih terus mencari komposisi terbaik.

"Untuk pertandingan sore ini secara umum kita sudah ada gambaran seperti apa strateginya nanti," katanya.

Rannya mengaku, komposisi pemain LFC dimaksimalkan antara lini utama dan kedua. Pemain cadangan LFC secara kualitas tak jauh berbeda dengan pemain utama. Dengan begitu, kompetisi Liga III provinsi dan nasional dapat dilalui maksimal.

"Kita ingin rotasi pemain berjalan dengan baik, jadi komposisi pemain harus merata," tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar