Jejak Terkini

Vaksinasi di Lotim Belum Capai Target

KEJAR TARGET: Sekda Lotim HM Juaini Taofik mengaku pihaknya harus mengejar target vaksinasi agar tercipta kekebalan kelompok dari serangan Covid-19.

SELONG
-- Kekebalan imunitas (herd immunity) menjadi target pemerintah lewat vaksinasi. Terlebih menjelang akan dilaksanakannya ajang superbike yang sebentar lagi berlangsung.

Namun demikian, sampai saat ini target vaksinasi, khususnya di Lombok Timur belum dapat dicapai. Dari target 70 persen, baru 25 persen yang tercapai.

Padahal, agenda itu salah satu cara jitu menekan penyebaran Covid-19. Namun demikian, Pemkab Lotim mengaku tak berpangku tangan melihat kondisi itu, melainkan terus mendorong agar mencapai target berupa kekebalan kelompok.

“Padahal dibutuhkan sedikitnya 70 persen penduduk sudah menerima vaksin agar kekebalan kelompok terbentuk,” kata Sekda Lotim, H Muhammad Juaini Taofik, Senin (4/10).

Lontaran itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi di Lombok Timur yang berlangsung di Halaman Makodim 1615.

Lantaran itu dirinya mengajak seluruh kepala desa (Kades) dan lurah menyukseskan agenda tersebut di wilayah masing-masing. Sebab dirinya menilai kedua unsur tersebut memiliki peran penting.

saat ini, ujar Taofik, di Lombok Tengah misalnya, kegiatan vaksinasinya di atas 60 persen. Bahkan dalam waktu dekat disebutnya ditarget segera mencapai 70 persen. Karena itu Lotim disebutnya harus berpacu. 

Dia membeberkan jumlah vaksin yang tersedia saat ini, yakni tak kurang dari 50 ribu dosis. Dengan harapan dapat segera dituntaskan.

Menurut dia, hal tersebut harus dilakukan agar Lotim segera mendapat quota tambahan. 

“Sebab dropping vaksin dari pusat maupun dari provinsi sangat bergantung pada progres capaian vaksin” ungkapnya.

Sebagai ketua satgas vaksinasi daerah, ia menekankan pentingnya keterlibatan kades, lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas. Sepanjang Oktober hingga November mendatang, dirinya menargetkan tidak ada hari tanpa vaksinasi.

Kaitan dengan itu, ia meminta agar kades melakukan pendataan jumlah riil warganya yang sudah mendapatkan vaksin, maupun yang belum. Hal itu disebutnya menjadi acuan pengajuan permintaan vaksin. 

Dengan upaya itu ia berharap bulan November mendatang 70 persen warga Lotim sudah divaksin. Dan pada akhir tahun masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. 

Di lain sisi, kondisi itu diyakininya akan mempengaruhi pula progres pembangunan di masing-masing wilayah. Karena tak perlu dilakukannya refocusing maupun realokasi anggaran, termasuk di desa.

“Kedepan Satgas juga akan melibatkan OPD memimpin tim di desa, berjuang demi terwujudnya kekebalan kelompok di Lotim,” ujar pria yang karib disapa Ofik itu.

Komandan Kodim 1615 Lotim, Letkol Inf. Amin M. Said, dalam arahannya sebelum membuka acara tersebut mengakui, keberhasilan pengendalian Covid-19 di Indonesia salah satunya berkat kerja sama dan keterpaduan seluruh unsur yang ada. Termasuk Kades, Babinsa, dan Babinkamtibmas. 

“Bagi Kades dan mengingatkan pentingnya mencapai target 70 persen untuk kelangsungan pembangunan di desa juga,” ucapnya.

Sementara itu, ungkapan tak jauh berbeda dari Kepala Kepolisian Resor Lombok Timur, AKBP Herman Suryono jua mengingatkan, perlunya memanfaatkan momentum untuk percepatan pencapaian target vaksinasi di Lotim. Menurutnya NTB menjadi prioritas vaksinasi dengan digelarnya Superbike di Sirkuit Mandalika. 

“Karena itu meminjam Tema HUT ke-76 TNI “Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang” Saya mengajak semua pihak untuk mencapai target vaksinasi Lombok Timur,” tandasnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar