Jejak Terkini

Sinyal Kebangkitan Pariwisata dari Bukit Pal Jepang

INDAH: Pemandangan dari Bukit Pal Jepang nampak sangat indah.

SELONG
-- Berbahasa, berbangsa, bertanah air satu. Begitulah pekik sumpah pemuda 28 Oktober 1928 silam. 

Frekuensi energi itu sampai kepada pemuda pelopor pariwisata yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pkdarwis) Langgar Pusaka Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Untuk memperingati Hari Sumpah tahun ini, sekelompok pemuda ini hendak merayakannya di Bukit Pal Jepang. Destinasi ini menjadi unggulan spot wisata di wilayah tersebut.

Ketua Pokdarwis Langgar Pusaka Desa Wisata Sapit, Jannatan Firdaus menerangkan, agenda itu dilaksanakan sebagai tanda bangkitnya pariwisata di kawasan itu. Selain itu, untuk memperkuat soliditas pemuda umumnya, khususnya bagi pelaku pariwisata.

"Even ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkuat solidaritas pemuda dengan memupuk semangat Sumpah Pemuda," ucap Jannatan Firdaus, Sabtu (23/10).

Pria yang akrab disapa Jannatan ini mengaku, pelaku wisata khususnya di Lombok, rata-rata digawangi oleh kaum muda. Karena itu, momentum Sumpah Pemuda sebagai Medan refleksi, sekaligus menularkan energi para pemuda di masa lalu.

Lewat kegiatan ini, ia berharap bisa meningkatkan rasa kepemilikan dan keperdulian terhadap potensi desa yang dimiliki. Jika tidak digali potensi itu dari saat ini, kedepan hanya akan menyisakan penyesalan, terutama bagi generasi berikutnya.

Dasar itulah agenda tersebut digelar. Pihaknya ingin mengirimkan sinyal kebangkitan dari puncak Pal Jepang.

Terlebih, bebernya, acara berkelas internasional, yakni World Superbike di Sirkuit Internasional Mandalika sebentar lagi hendak digelar, bahkan hanya menghitung hari. Lantaran itu, sebagai tuan rumah destinasi wisata di Lombok harus sudah siap.

"Di samping itu, momentum semangat sumpah pemuda ini bagi kami ialah untuk mendidik Pokdarwis Langgar Pusaka supaya semakin mandiri, menjadi pemilik dan tuan rumah di rumah sendiri," ujarnya.

Salah seorang anggota Pokdarwis Langgar, Didik Kurniawan menambahkan, tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut sebagai tanda kebangkitan pariwisata. Selain itu, juga untuk meningkatkan promosi, keberadaan Desa Wisata Sapit dan destinasi Bukit Pal Jepang. 

"Setidaknya event ini adalah cara kami mempromosikan Desa Sapit pada umumnya dan Bukit Pal Jepang pada khususnya," ujarnya.

Kegiatan itu,kata dia, sebagai bukti Pokdarwis desa setempat tetap aktif dan berkreasi. Terlebih kondisi saat ini ada gonjang-ganjing kelompok kepariwisataan di Lotim dianggap tenggelam. 

Ia menjelaskan, event yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda di Pal Jepang itu nantinya hendak dikibarkan bendera merah putih sepanjang 150 meter. Dengan target peserta yang mengikuti acara tersebut yakni minimal sebanyak 75 orang. 

Ia menjelaskan, bagi peserta yang bakalan mengikuti kegiatan itu, diharuskan membayar registrasi sebesar Rp 125 ribu. Dari biaya itu, mereka mendapatkan fasilitas berupa baju kaos, stiker, tiket, parkir dan sertifikat.

Ia mengaku kegiatan itu didukung oleh berbagai kalangan. Mulai dari Rinjanica, Sasak Camp, Lombok Vegerus, Friend of Sapit Love Canada, dan Antara Adventure.

"Kita laksanakan dua hari mulai 27 sampai 28 Oktober 2021," terangnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar