jejaklombok.com -- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah intervensi terhadap lonjakan harga cabai.
Pasalnya beberapa waktu terakhir harga cabai mengalami kenaikan signifikan menyusul tingginya kebutuhan masyarakat.
Untuk menekan harga, pemerintah Lombok Timur melakukan impor cabai rawit merah dari Enrekang, Sulawesi Selatan.
Usai melakukan serah terima cabai di Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM), Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Dr. Drs. H.M. Juaini Taofik, M,AP menegaskan bahwa kegiatan impor cabai tersebut merupakan kerjasama antara Organisasi Champion Cabai Lotim dengan Champion Cabai Enrekang.
Kerjasama tersebut, jelasnya, guna melakukan stabilisasi harga cabai.
“B to B ini antara champion cabai yang ada di Enrekang dan yang ada di Lombok Timur. Kita bantu mendekatkan sekaligus membuat harga lebih murah dari harga yang sekarang,” ungkapnya.
“Besok silakan ikuti, kita akan melakukan operasi pasar, khususnya cabai di Pasar Pancor dan Taman Rinjani dan beberapa titik lainnya,” sambungnya.
Selanjutnya Dr. Juaini Taofik menjelaskan, Operasi pasar tersebut sekaligus untuk melakukan pemantauan harga. Komoditas cabai dari pemerintah akan dipasarkan pada harga Rp 75 ribu perkilogram jauh lebih rendah dibanding harga saat ini yang ada dikisaran Rp 120 hingga 160 ribu perkilogram.
Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rinna Syawal menjelaskan harga cabai yang sangat tinggi terjadi hampir di seluruh wilayah nusantara disebabkan curah hujan yang tinggi.
Karena itu Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Kemanan Pangan bersama Pemda Lombok Timur difasilitasi Bapanas yang menanggung biaya transportasi, membawa cabai dari luar daerah guna menjaga pasokan, sehingga harga jualnya sama dengan harga dari asal cabai tersebut.
“Kami dari Satgas Saber melakukan fasilitasi distribusi pangan yang difasilitasi Bapanas membawa cabai rawit merah dari Enrekang Sulawesi Selatan, dimana biaya transportasinya difasilitasi oleh Bapanas, sehingga harga bisa dibeli sama dengan harga asal cabai ini,” paparnya.
intervensi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah, bagaimana kemudian menstabilkan harga sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau," sambungnya.
Sebagai upaya stabilisasi harga untuk jangka panjang, diharapkan pemerintah daerah bersama petani, serta masyarakat dapat kembali meningkatkan produksi lokal. Hal itu mengingat NTB, utamanya Lombok Timur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cabai.(Jl)


