Jejak Terkini

18 Klub Ramaikan Liga 3, LFC Target Kampiun

WAWANCARA: Presiden LFC H Bambang Kristiono bersama jajarannya saat diwawancara wartawan di sela Kongres Biasa PSSI NTB.

MATARAM
-- Tercatat sebanyak 18 klub siap berkompetisi di Liga 3 Asprov PSSI NTB.

Sedianya dari 18 klub itu, ada 14 klub yang bertanding di kasta ketiga sepakbola tanah air tersebut. Namun setelah 4 klub lolos verifikasi, peserta Liga 3 bertambah menjadi 18 klub.

Kepastian 18 klub yang bakal bertanding ini mengemuka melalui kelutusan Kongres Biasa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTB, Minggu (24/10) di Hotel Golden Palace, Mataram.

Empat klub yang disahkan tersebut antara lain Lombok FC, Bintang Kejora, Hanzanwadi dan Galaxy FC. 

Ketua Asprov PSSI NTB Mori Hanafi mengatakan, empat klub baru tersebut diputuskan setelah melalui verifikasi persyaratan yang cukup panjang. Dimana, empat klub tersebut sebelumnya telah mengantongi rekomendasi dari Askab masing-masing. 

"Setelah diputuskan di Kongres Biasa ini, maka secara otomatis mereka resmi menjadi anggota PSSI NTB dan tinggal kita ajukan ke PSSI Pusat," ujar Mori, Selasa (26/10).

Pria yang menjabat sebagai wakil ketua DPRD NTB ini, sebenarnya ada lima klub yang telah mendaftar untuk disahkan. Namun ada satu klub yang tidak bisa disahkan karena masalah administrasi.

Menindaklanjuti keputusan Kongres PSSI NTB, gelaran Liga 3 diharapkan akan mulai berlangsung pada minggu keempat November mendatang.

"Kalau sesuai jadwal, kompetisi Liga 3  PSSI Rayon NTB akan mulai kick off-nya pada tanggal 24 November, dan selesai pada 19 Desember. Itu sesuai jadwal dari PSSI pusat," kata Mori. 

Terkait tuan rumah dalam gelaran kompetisi Liga 3 Rayon NTB, ia mengaku, baru dua wilayah di Pulau Sumbawa yakni Dompu dan KSB yang sudah secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah. 

Sementara di Pulau Lombok, belum ada Asprov yang mengajukan hal tersebut.

 "Tapi, ada 2 tempat yang akan kita lakukan di Pulau Lombok untuk menjadi lokasi tuan rumah. Nanti, ada Tim dari Asprov PSSI NTB yang akan turun melakukan verifikasinya," tegas Mori.

Ia berharap, adanya penambahan empat klub baru tersebut akan membuat kompetisi Liga 3 di NTB akan lebih berkualitas dan mengarah ke kondisi yang lebih baik. Terlebih, di tahun 2025, PSSI NTB akan fokus melakukan penataan organisasi dan kompetisi secara radikal. 

"Insyaallah, pendanaan PSSI NTB juga akan kita akses melalui APBD NTB dan pihak sponsor. Pastinya, pengelolaan PSSI akan terkelola dengan baik setelah kita mencabut moratorium anggota baru PSSI untuk tahun-tahun berikutnya," jelas Mori.

Mori mengatakan, dengan penataan dan pengelolaan klub yang lebih baik, maka klub NTB akan bisa tampil di Liga 2 hingga kasta tertinggi di Liga utama PSSI. Apalagi, keberhasilan kontingen Futsal NTB yang baru pertama kali ikut masuk PON Papua berhasil meraih medali perunggu. 

"Untuk teknis pertandingan di Liga 3 PSSI NTB, akan kita buat skema dua pertandingan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa secara terpisah," jelas Mori.

Nantinya, dua besar klub terbaik di rayon Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok akan diadu di satu tempat. Langkah ini untuk merebut titel 2 klub yang akan mewakili NTB di level Liga 2 kompetisi PSSI pusat.

"Nanti, juara dari Liga 3 Rayon NTB, akan digabungkan dengan sebanyak 64 klub di Indonesia. Kita berharap dari 8 klub yang bertanding di Liga 2, ada yang berasal dari NTB," sambung dia. 

Sementara itu, Presiden Lombok Football Club (LFC), H. Bambang Kristiono (HBK) mengaku. berterima kasih. Lontaran ini disampaikan kepada seluruh pengurus Asprov PSSI NTB dan Askab PSSI di seluruh wilayah NTB yang telah menerima klub LCF sebagai anggota di keluarga besar PSSI NTB.

LFC diterima sebagai peserta Liga 3 PSSI NTB dianggap sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Ia berharap LFC bisa berkontribusi, dan terlibat langsung dalam pembinaan sepakbola profesional. 

"Saya pastikan, sudah saatnya, NTB mampu bertarung di level yang lebih tertinggi sepakbola nasional," tegas HBK pada sesi Jumpa Pers di Arena Kongres Biasa PSSI NTB. 

Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI ini memastikan, bahwa pihaknya akan siap menjunjung asas fair play, dan berkompetisi secara profesional.

"Pastinya, antara klub-klub yang lama dan tiga klub yang lain, kami siap membangun kemajuan dan kehormatan sepakbola NTB. Dan yang utama, kita siap menjadi juara," kata HBK. 

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra itu menambahkan, sejak awal ia ingin merintis klub sepakbola yang modern, profesional, dengan tim work yang handal. 

Karena itu, HBK memutuskan untuk studi bading sepakbola ke beberapa negara Eropa dan bertemu dengan para nara sumber, pelatih, dan pengurus klub di Eropa. 

Bahkan, ia berjanji, sebelum LFC bertanding ke level Liga 3 Asprov PSSI NTB, pihaknya akan juga belajar pengelolaan sepakbola ke negara Brazil bersama Juru Bicara dan Humas  LFC , Rannya Agustyra Kristiono.

"Sepakbola itu merupakan salah satu alat atau tool untuk mempersatukan masyarakat. Makanya, saya ingin agar dari NTB itu, ada klub sepakbola yang menjadi perwakilan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi," sambungnyA.

Dengan adanya LFC, ia juga berharap akan ada sarana hiburan alternatif yang bisa menggairahkan semangat persatuan.  Seperti halnya yang ada di negara-negara maju. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar