Iklan

terkini

Songak Ditetapkan Sebagai Desa Wisata

Jejak Lombok
Friday, September 17, 2021, Friday, September 17, 2021 WIB Last Updated 2021-09-17T07:45:19Z

PELUNCURAN: Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy meluncurkan sebanyak 91 desa wisata di daerah yang dipimpinnya.

SELONG
-- Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menetapkan 91 desa wisata di Lotim tahun 2021 ini. Salah satunya yakni Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Sejumlah 91 SK tersebut di serahkan secara simbolis saat peresmian destinasi wisata Embulan Boroq Dewi Anjani, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga.

Sebelumnya penetapan SK tersebut dulunya diterbitkan oleh Dinas Pariwisata. Namun demi meningkatkan dan mengembangkan desa wisata, Pemkab Lotim meningkatkan status itu melalui SK Bupati.

"Masing-masing desa di Lombok Timur sudah menunjukkan keunggulannya," kata orang nomor satu di Gumi Patuh Karya itu, Kamis (16/9).

Ia mencontohkan seperti Desa Kembang Kuning yang telah berhasil meraih predikat desa wisata terbaik. Sementara Kumbang masuk dalam 10 besar, desa yang menerapkan keterbukaan informasi.

Ada juga Tete Batu yang tengah diperjuangkan sebagai desa wisata terbaik di tingkat internasional.

Tujuan utama pembangunan pariwisata, ujarnya, ialah menciptakan lapangan kerja di lain sisi sebagai sumber pendapatan daerah. Baik itu Pendapatan Asli Daerah (PAD), devisa, dan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk pembangunan. 

Desa wisata, ujarnya, menjadi salah satu upaya membangun pariwisata berbasis potensi lokal. Lotim saat ini memiliki 91 desa wisata.

“Desa wisata tersebut dapat dikategorikan sebagai desa wisata mandiri, desa wisata maju, dan desa wisata berkembang,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu Sekretaris Desa Songak, Fikrul Hidayat mengamini hal tersebut. Ia mengaku bersyukur atas hal itu.

Desa itu sebutnya memiliki potensi yang luar biasa. Namun bukan lantaran bukit atau lautnya, tapi melalui tradisi dan adat budaya setempat.

"Kita di sini kaya dengan budaya, kita juga memiliki situs majid tua dan makam keramat," ujarnya.

Tradisi-tradisi itu, kata dia, masih dilaksanakan sampai saat ini. Semisal Ritual Bejango yang dilaksanakan hari Senin dan Kamis, Bubur Putiq pada bulan Muharam, Bubur Beaq digelar Safar, serta Rabiul Awal Maulid Adat yakni Jariq Minyak.

Ia meyakini hal tersebut jika dikelola dengan baik akan dapat mendatangkan wisatawan. Selain itu juga bisa meningkatkan ekonomi rakyat.

Namun demikian dirinya mangaku tak bisa hanya berpangku tangan. Tentunya harus berbuat lebih untuk merespon hal tersebut.

"Setelah ini kita akan buat rumusannya untuk mendatangkan wisatawan lokal, target kita wisatawan luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Dharma Djagat Desa Songak yang juga duduk sebagai anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, Mastur Sonsaka mengatakan, mendapatkan SK tersebut justru menjadi cambuk bagi Pemerintah Desa (Pemdes).

"SK itu bukan untuk gagah-gagahan," ujarnya.

Salah satu langkah awal, ujarnya, harus lembaga di bawah Pemdes yang khusus mengurus hal tersebut. Selain itu, harus sering melakukan agenda-agenda diskusi lainnya semisal Focus Group Discussion (FGD) mengenai kepariwisataan.

Di lain sisi, pemerintah harus mulai mengedukasi masyarakat memberikan pemahaman terkait hal tersebut. Tentunya semuanya harus dibarengi dengan keberpihakan anggaran prihal itu.

"Kita bersyukur atas SK itu, tapi juga harus dibarengi dengan langkah serta perencanaan yang matang," ketusnya. (kin)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Songak Ditetapkan Sebagai Desa Wisata

Terkini

Iklan