Jejak Terkini

Percantik Diri, Lebah Sempage Beri Destinasi Alternatif

ASRI: Perkampungan warga di Desa Lebah Sempage terlihat asri dengan tumbuhan sayur mayur organik di sepanjang lorong pemukiman.

GERUNG
-- Desa-desa di Lombok Barat terus berkreasi memperindah lingkungan. Baik untuk menarik wisatawan maupun hanya untuk menciptakan kenyamanan di lingkungan sekitarnya. 

Langkah ini dilakukan bukan hanya desa-desa berpredikat desa wisata saja, tapi desa lain pun bersolek mempercantik diri.

“Hari ini kami ke Desa Lebah Sempage, salah satu desa yang ada di Kecamatan Narmada. Luar biasa desa ini mengembangkan sayur mayur organik dengan memanfaatkan lahan mereka dan langsung di bawah binaan Dinas Ketahanan Pangan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saiful Ahkam usai kegiatan berwisata sambil bersih-bersih di area Goa Lawah Lebah Sempage, Jum’at (17/9).

Sebagai sebuah kawasan wisata, lanjutnya, Narmada akan semakin kaya dengan spot-spot destinasi yang tidak hanya menonjolkan kultur seni. Namun juga bisa menonjolkan budidaya perikanan, kemudian ada potensi-potensi perkebunan dan sayur mayur.

Ahkam berharap, masyarakat bersama pemerintah desa dan instansi terkait memiliki komitmen kuat. Komitmen ini untuk terus mengembangkan potensi yang ada secara berkelanjutan. 

Termasuk dalam upaya peningkatan kapasitas SDM yang ada. Tujuannya agar masyarakat minimal memiliki pengetahuan-pengetahuan dasar tentang teknik guiding sehingga mampu melayani pengunjung dengan baik.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah desa, kami siap berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk bagaimana menjadikan desa ini untuk menjadi salah satu destinasi wisata desa," ujarnya.

Selain itu, Lebah Sempage juga memiliki Goa Lawah. Goa ini memiliki sejarah yang cukup panjang yang menarik dari keseluruhan kawasan ini karena terintegrasi di dalam kawasan Narmada dan sekitarnya.

Desa Lebah Sempage sendiri sejak awal tahun ini mempercantik diri dengan membuat semacam “jalur sayur organik” di sepanjang jalan desa. Masyarakat memajang aneka sayuran organik di depan atau halaman rumah mereka. 

Mulanya, program ini diperuntukkan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT). Melalui tanaman sayuran ini warga tidak perlu membeli sayur lagi sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Lombok Barat, M Amin mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan pihak desa mencanangkan pariwisata sayur organik.

Tak heran jika di tempat ini lorong-lorong gang ditata sedemikian rupa. Dengan penataan itu nantinya siapapun yang melihat ke sini akan melihat keindahan dan tentu akan membeli.

"Di sini juga ada kelompok ternak dan mungkin nanti kita akan kolaborasikan untuk pembuatan pupuk kandang dan sebagainya sehingga ini murni hasilnya adalah sayuran organik yang bahkan zero bahan kimia,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lebah Sempage, Mohammad Adi mengaku, ia bersama warga memiliki komitmen tinggi menunjang pariwisata di Lombok Barat.

“Untuk sementara ini sudah ada dua KWT yang terbentuk dan bergerak dalam bidang agrowisata sayur mayor. Kita akan jadikan produk unggulan di Desa Lebah Sempage untuk menunjang pariwisata Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya.

“Kita juga punya potensi di bidang peternakan, kita punya kandang kumpul dan mungkin nanti pariwisata atau wisatawan yang berkunjung ke desa kita ini akan kita ajak melihat bagaimana cara memberi pakan ternak dan sebagainya,” tandasnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar