Jejak Terkini

RSUD dr Soedjono Selong Terima 8 Ton Tambahan Pasokan Oksigen

TIBA: Pasokan oksigen untuk RSUD dr Soedjono Selong telah tiba dari Bali untuk melengkapi kebutuhan pasien.

SELONG
-- RSUD dr Soedjono Selong kembali menerima 8 ton pasokan oksigen. Pasokan tersebut didatangkan dari Bali. 

Hal itu diungkapkan Kasubag Humas RSUD Dr. Raden Soedjono Selong, Rahmat pada Jum'at (27/8).

Dia menjelaskan, pasokan oksigen tersebut untuk menambah kebutuhan oksigen bagi para pasien di rumah sakit, terutama bagi pasien Covid-19.

"Selain oksigen jenis liquid, untuk oksigen harian kita juga sebelumnya telah terima sebanyak 80 tabung oksigen baik itu yang berukuran besar maupun kecil," ucapnya.

Sebelumnya, kata Rahmat, di RSUD sempat terjadi kelangkaan oksigen. Namun hingga saat ini ketersediaan oksigen masih mencukupi. Dari 8 ribu ton pasokan oksigen liquid yang diterima kali ini diperuntukkan untuk kebutuhan selama delapan hari.

Sejak terjadinya pandemi Covid-19, penggunaan oksigen mengalami peningkatan drastis meski stoknya mencukupi. Akan tetapi konsep penggunaanya tetap skala prioritas. 

Hal itu, tegasnya berarti pemakaian oksigen tersebut diperuntukkan untuk menangani pasien yang memang sangat membutuhkan saja.

Dibalik itu, terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Lotim, kebutuhan oksigen meningkat hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya. Karena itu, RSUD mencatat untuk oksigen jenis liquid dalam sehari menghabiskan sekitar 10 ton. 

Namun begitu, akibat peningkatan kasus Covid-19 kebutuhan oksigen untuk rumah sakit dalam sehari mencapai 24 ton. Kebutuhan itu terhitung sama dengan oksigen tabung. 

Dimana, sebelumnya dalam hari menghabiskan 80 tabung namun setelah terjadinya lonjakan kasus dalam sehari menghabiskan sampai 100 tabung.

Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan, ditengah kondisi kasus Covid-19 yang mengalami lonjakan tentunya dibutuhkan langkah-langkah cepat dari rumah sakit. Hal itu, dilakukan guna memaksimalkan pelayanan dan penanganan terhadap para pasien, termasuk juga juga memastikan kelengkapan fasilitas penanganan yang lain. 

"Misalnya, menyiapkan tenda darurat yang dapat digunakan ketika ruangan perawatan sudah tidak mencukupi, termasuk juga kelengkapan yang lain seperti APD," tutupnya. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar