Jejak Terkini

Persediaan Beras di Lombok Timur Tak Sebanding 100Jumlah Penduduk

BANTUAN: Tiga organisasi etnis Tionghoa saat memberikan bantuan sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 kepada Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy.

SELONG
--  Persediaan beras di Lombok Timur tak sebanding dengan jumlah penduduknya. Setiap tahun persediaan beras di daerah ini sekitar 100 ton.

"Kondisi ini sangat tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Jumlah ini tidak mencukupi," kata Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, Senin (30/8).

Lontaran itu disampaikan saat menerima tiga organisasi etnis Tionghoa di kediaman resminya.

Keterbatasan jumlah persediaan beras diperparah pula dengan kepulangan para pekerja migran dari rantauan. Jumlah mereka yang dipulangkan sekitar 400 orang.

Di lain sisi, dipulangkannya para pekerja migran disebutnya sangat membutuhkan perhatian. Mereka dipulangkan karena kehabisan masa kontrak, ada juga yang dikembalikan karena masuk secara illegal. 

"Sebagian besar mereka merupakan PMI di Malaysia, Brunei Darussalam, Korea dan negara lainnya," ungkapnya.

Ia memaparkan, jika dirincikan masing-masing hanya bisa mendapatkan 10 kilo gram saja. Itu disebutnya tak dapat bertahan lama.

Lantaran itu disebutnya, wujud keprihatinan tiga komunitas tersebut sangat berdampak positif bagi masyarakat Lombok Timur yang membutuhkan bantuan.

Bantuan tersebut berasal dari tiga komunitas Tionghoa. Yakni Perhimpunan Komunitas Tionghoa yang tergabung dalam Perkumpulan Sosial Bhakti Mulya (PSBM), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Bamtuan yang diberikan yakni 300 paket Sembako untuk masyarakat terdampak Pandemi Covid 19 di Lombok Timur.

Bupati menuturkan, pasca bencana gempa bumi tahun 2018 yang lalu, Lombok Timur dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir ini dan disertai pandemi. Pihaknya mengaku bekerja keras melakukan penanggulangan dampak serbuan virus mematikan tersebut. 

"Untuk saat ini saja, tercatat sebanyak 93 warga Lombok Timur yang terkonfirmasi positif Covid-19," jelasnya.

Dari jumlah itu, dirawat di dua rumah sakit di Lombok Timur hanya 20 orang. Sementara 73 lainnya di Mataram, Surabaya, Jakarta dan daerah lain bahkan ada yang di luar negeri, namun ber-KTP Lombok Timur.

Menurutnya, kondisi daerah saat ini sudah kondusif. Namun demikian yang tidak aman yakni garis belakang atau dapurnya. 

Karena itu, paket bantuan berupa sembako yang diberikan komunitas tersebut akan segera didistribusikan oleh dinas terkait. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar