Jejak Terkini

Energi Kemerdekaan, Momentum Kebangkitan Pariwisata Lotim

SEMANGAT: Para pelaku wisata di Lombok Timur dengan semangat merayakan HUT RI ke 76 sebagai tonggak kebangkitan pariwisata di daerah itu.

SELONG
-- Energi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada bulan Agustus ini membawa semangat positif bagi para pegiat pariwisata. Suasana ini terutama sangat dirasakan di Lombok Timur (Lotim).

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, Yogi Birul Walid Sugandi mengatakan, dalam konteks kepariwisataan pihaknya telah mengibarkan bendera dibeberapa lokasi. Yakni di desa-desa, pegunungan, sampai lokasi wisata bahari.

"Ada yang mengibarkan bendera di pedesaan, di dalam laut, dan pegunungan di Rinjani," terang pria yang akrab disapa Yogi ini, kepada JEJAK LOMBOK, Rabu (18/8).

Khusus wisata bahari, kata dia, sangat memberikan edukasi. Itu dapat dilihat di kawasan Gili Petrando (Petagan, Bidara dan Kondo) di Padak Guar, Kecamatan Sambalia, Lombok Timur.

Edukasi itu, ucapnya, terbukti dengan keterlibatan berbagai unsur terkait. Keterlibatan publik ini bakal menjadi siar ke khalayak luas.

Siar tersebut berkaitan dengan penanaman moral kemanusiaan agar mencintai lingkungan konservasi bawah laut. Hal itu disebutnya tujuan yang ingin dicapai.

Kedua, ucapnya, ialah ikut serta menyemarakan HUT Kemerdekaan ke 76 dengan konteks yang berbeda. Yakni dengan menghadirkan bahari di Pulau Lombok, Lotim khususnya.

"Bulan Agustus ini tidak hanya untuk seremoni, tapi memberikan edukasi kongkrit yang dilaksanakan dengan stakeholder terkait, tentunya dengan berkelanjutan," terangnya.

Sekretaris Pokmaswas Peterando Kecamatan Pringgabaya, Asri menerangkan, pelaksanaan perayaan hari kemerdekaan ini terwujud berkat kerjasama antar elemen terkait. Ia menilai, momentum ini sebagai wujud kebangkitan pariwisata di pulau itu.

Terpisah, Sekretaris Desa Padak Guar, I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi mengungkapkan mengapresiasi kegiatan tersebut. Momentum ini disebutnya menjadi awal kebangkitan pariwisata yang disebutnya terkena dampak dari tahun 2019 yang lalu.

"Dengan event ini wisata di Padak Guar mulai dilirik lagi," ujarnya.

Kedepan, ucapnya, kegiatan tahunan tersebut hendak dijadikan kedalam lingkup yang lebih luas, yakni ke tingkat kabupaten.

Ia berpesan agar siapapun yang berkunjung ke lokasi itu menjaga kelestarian tempat itu.

"Bagaimanapun ini aset kita bersama," tandasnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar