Jejak Terkini

Awas! Sampah Plastik Bisa Jadi Predator Biota Laut

ANCAMAN: Sebanyak 24 penyelam dari berbagai organisasi terjun ke bawah laut membersihkan sampah plastik yang menjadi ancaman biota laut.

GERUNG
-- Keanekaragaman hayati biota laut bukan tidak mungkin terancam keberlangsungannya. Ancaman ini bisa datang dari sampah plastik.

Sadar dengan potensi ancaman itu, penyelam bersama pelaku dan pegiat pariwisata serta masyarakat di Desa Persiapan Pesisir Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat menggelar aksi bersih sampah plastik. Aksi ini dilakukan di bawah laut dan pesisir Pantai Elak-elak, Rabu (11/8), kemarin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi agar masyarakat bisa menjaga laut terutama dari sampah plastik. 

Inisiator sekaligus donator kegiatan, Anggie Joe pemilik Bale Bintang, sebuah perusahaan swasta yang juga bergerak di bidang kepariwisataan seperti Waterpark dan Culinary di Indonesia mengaku keadaan bawah laut di Pantai Elak-elak sangat mempesona. Sayang keindahan itu masih bermasalah dengan kebersihan. 

Wanita yang hobi menyelam ini mengatakan dirinya kerap menemukan sampah plastik saat menyelam. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu keindahan alam bawah laut.

“Banyak kerugian yang diakibatkan sampah. Jadi tidak ada salahnya kita memulainya sekarang untuk tidak buang sampah ke laut," ucapnya.

Jika kegiatan ini terus digalakkan, ia yakin lambat laun masyarakat akan sadar. Masyarakat tidak saja akan membuang sampah, tapi juga memelihara laut.

Di Sekotong, jelasnya, banyak biota-biota laut yang tidak ada di tempat lain. Andai bukan karena pandemi, ia yakin banyak orang bakal berlibur di pantai tersebut.

Dalam aksi ini, peserta penyelam melakukan bersih-bersih sampah plastik di laut berjumlah 24 orang. Peserta terdiri dari Penyelam Professional Pulau Lombok–Sumbawa (P3LS).

Peserta lain yang ikut terlibat yakni, Perkumpulan Penyelam Sekotong (PPS), Bale Bintang, dan anggota TNI. Total area penyelaman sejauh 400 meter dengan kedalaman 10 meter.

 Sementara itu, untuk bersih-bersih pantai diikuti oleh Pokmaswas Elak-Elak, Pokdarwis Pengawisan, dan jajaran Dinas Pariwisata Lombok Barat beserta para mahasiswa. Turut hadir dalam kegiatan itu anggota Komisi II DPRD Lombok Barat yang juga merupakan pelaku pariwisata, Abu Bakar Abdullah.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saiful Ahkam sangat mengapresiasi kegiatan ini. Baginya, hal ini menunjukkan  bahwa kepedulian terhadap potensi Sekotong sebagai kawasan wisata itu masih ada.

“Untuk membangun kepariwisataan yang berkembang, membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. Baik dari pemerintah, pelaku pariwisata, organisasi-organisasi hingga masyarakat itu sendiri," ucapnya.

Di mata Ahkam, Sekotong masih banyak yang memperhatikan, termasuk dari Bale Bintang. Ia pun tak lupa menyampaikan terima kasih atas sumbangsih yang diberikan.

Ahkam mengatakan, keindahan pantai-pantai di kawasan Sekotong  mempunyai daya magis yang berbeda dari daerah lain. Dengan banyaknya pulau-pulau kecil (gili) yang indah, pantai dengan pasir putih berkilau dan dipagari perbukitan hijau menjulang membuat kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit.

Pemilihan Pantai Elak-Elak sebagai lokasi bersih-bersih bukan tanpa alasan. Ketua P3LS Al Furkan mengungkapkan, potensi besar yang dimiliki Elak-Elak sebagai destinasi wisata pantai maupun bawah laut menjadi harapan untuk kepariwisataan di Lombok. 

Namun potensi tersebut juga akan terganggu dengan berbagai masalah sampah yang sampai saat ini masih menjadi rintangan. Masalah ini disebutnya nyaris menjadi kendala di semua destinasi wisata alam yang ada di Lombok.

Keindahan bawah laut di Pantai Elak-Elak sendiri dikatakan Furkan mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Hal ini juga menjadi tambahan semangat bagi para penyelam menggalakkan bersih-bersih bawah laut. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar