Jejak Terkini

Ada 9 Indikator Harus Dibenahi Tete Di Ajang UNWTO

Pemandangan sawah terasering di kawasan desa wisata Tete Batu, Kecamatan Sikur Lombok Timur.

MATARAM
-- Ada 9 indikator yang harus dibenahi Tete Batu di ajang UNWTO. Kesembilan indikator ini bisa menjadi penentu nasib desa yang tercatat sebagai wakil Indonesia di ajang berlevel internasional tersebut.

Dalam proses pembenahan kesembilan indikator itu, Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur, Lombok Timur sudah menyiapkan diri sebaik mungkin. Terlebih jajaran aparatur di desa itu tidak bekerja sendiri.

Ada beberapa pihak yang terlibat dalam proses pembenahan. Diantaranya yakni tim pendampingan bentukan Dinas Pariwisata NTB. 

Tim ini siap tancap gas mengambil peran penataan dan pembinaan. 

"Mari kita luruskan niat, membantu NTB mensukseskan lomba wisata UNWTO. NTB merupakan wakil Indonesia. Ada tugas mulia dan menjadi tanggung jawab besar bagi NTB untuk mengharumkan nama bangsa di kancah dunia," tegas Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi usai meresmikan dibentuknya Tim Pemenangan Desa Wisata Tete Batu, Senin (30/8) di Mataram. 

Tim Pendamping Desa Wisata Tete Batu, akan bekerja dan membantu Desa Tete Batu menyiapkan segala aspek yang dinilai asessor UNWTO (United Nation World Tourism Organitation) di ajang lomba the best village 2021. 

Tim akan turun secara intens melakukan pemantauan, termasuk akan melaporkan progres pembenahan Desa Tete Batu sembari assesor UNWTO selesai melakukan penilaian. Meski Tete Batu sudah menyatakan siap berkompetisi, namun banyak aspek perlu mendapat sentuhan perbaikan agar lebih sempurna.

Ketua Tim Pendamping Desa Tete Batu, Alus Mandala, optimis, persiapan Desa Tete Batu, dukungan pemerintah kabupaten dan Pemprov NTB, bisa menjadikan Desa Tete Batu siap 'tempur' mengikuti lomba. 

"Kita harus tetap optimis lomba desa wisata terbaik dunia ini dapat memberi manfaat besar untuk Indonesia, NTB dan khususnya Lombok Timur. Wabilkhusus Desa Tete Batu sendiri. Jika lomba ini bisa kita menangkan maia itulah bonus," kata Alus Mandala. 

Karena alasan ini, sambung Alus Mandala, warga Desa Tete Batu khususnya, harus mendukung usaha pemerintah dan tim pendampingan mencapai harapan itu. Semua elemen diminta harus kompak dan optimis berbuat untuk kemajuan pariwisata. 

"Itu dulu niatnya. Bahwa kita berbuat untuk pariwisata NTB," tandasnya. 

Tim pendamping lomba desa UNWTO ini, akan mengarahkan perhatian pembenahan pada sembilan sektor. Sembilan sektor pembenahan ini sesuai dengan indikator penilaian tim assesor. 

Diantaranya mengidentifikasi sumber daya malam dan budaya, kelestarian lingkungan. Termasuk keberlanjutan ekonomi warga setempat dan indikator lain yang dijadikan acuan penilaian lomba lainnya. 

Secara teknis, pendampingan Desa Tete Batu juga melibatkan dinas lain (lintas sektoral) yang terkait dengan kebutuhan penataan. Perbaikan infrastruktur berkaitan dengan dinas pekerjaan umum, penataan ekonomi dan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dinas perindustrian dan perdagangan diharapkan mampu memolesnya menjadi lebih baik. 

"Masih ada waktu untuk berbenah. Waktu yang tersisa harus kita manfaatkan maksimal agar perjuangan semua pihak bisa lebih berarti. Tujuan akhir kami adalah menjadi pemenang," tutupnya. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar