Jejak Terkini

3 Desa Ekraf di Lombok Barat yang Harus Dikunjungi Wisatawan

INDAH: Inilah sejumlah karya hasil kerajinan cukli di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

GERUNG
-- Kabupaten Lombok Barat tercatat sebagai pelopor pariwisata di NTB. Jauh sebelum destinasi-destinasi lain terkenal, daerah ini sangat tersohor dengan Pantai Senggigi.

Seiring waktu, bukan hanya Pantai Senggigi yang masyhur. Sejumlah destinasi seperti pantai, air terjun, hingga perbukitan juga menunjukkan pamor yang tak kalah layak dikunjungi.

Beberapa destinasi dengan latar belakang pantai yang memukau bisa ditemui di bagian selatan Lombok Barat. Nyaris sepanjang garis pantai di wilayah itu dapat ditemukan pantai-pantai berpasir putih.

Diantaranya seperti Teluk Mekaki, Bangko-bangko, hingga tiga gili yang memukau yakni, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis.

Berbeda dengan pemandangan berlayar pantai, destinasi wisata air terjun dan taman wisata alam (TWA) banyak ditemukan di bagian utara daerah ini. Sejumlah air terjun di wilayah ini seperti Temburun, Tembiras, Tibu Goa, Tete Batu dan Segenter.

Begitu juga dengan TWA, bisa ditemukan di wilayah utara. Sebut saja seperti TWA Meninting, TWA Suranadi dan TWA Sesaot.

Dari banyak obyek destinasi itu rupanya di Lombok Barat juga punya desa wisata penopang ekonomi kreatif. Masing-masing desa sudah terkenal dengan produknya sendiri.

Berikut tiga desa di Lombok Barat yang terkenal dengan ekonomi kreatifnya:

1. Gerabah Banyumulek

Salah seorang warga pengrajin gerabah di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Desa Banyumulek secara administratif terletak di Kecamatan Kediri. Desa ini terkenal dengan kerajinan gerabah berbahan tanah liat.

Sebagai desa penghasil gerabah, Banyumulek merupakan produsen terbesar gerabah di Pulau Lombok. Desa ini mengalahkan daya produksi desa-desa di daerah lain seperti Desa Penakak di Lombok Timur dan Desa Beleke di Lombok Tengah.

Ada banyak jenis produksi gerabah yang dicetak di desa ini. Mulai dari wadah kaligrafi Al-Qur'an, kendi, piring hingga yang lainnya.

Semua jenis produksi desa ini dipastikan sangat bagus dan sanggup menggoda mata. Bagi pengunjung disarankan membeli barang-barang tersebut sebagai buah tangan atau souvernir.

2. Tenun Gumise

Para pengrajin tenun ikat Gumise tengah larut menuntaskan pekerjaan mereka.

Tenun ikat Gumise juga sudah lazim diketahui warga Lombok Barat. Karakteristik tenun ikat Gumise ini sangat mencolok perbedaannya dibanding sejumlah desa pengrajin tenun di Pulau Lombok.

Gumise sejatinya merupakan sebuah dusun yang bernaung di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung. Tenun di Gumise memiliki kekhasan motif, berupa motif segi empat kombinasi motif hujan. 

Gumise merintis kerajinan tenun tercatat sejak tahun 1997 lalu. Perintis tenun ini adalah sosok bernama Wayan Landri.

Tenun Gumise menjadi kontras berbeda dengan produksi tenun di Lombok tidak lepas dari riwayatnya. Tenun Gumise sendiri dibawa Wayan Landri dari Nusa Penida, Bali.

Seiring perkembangan waktu, motif tenun di Gumise turut berkembang. Sudah ada beberapa motif yang bisa didapati dengan pewarnaan dan kualitas bagus.

Nah, wisatawan yang berlibur ke Lombok, sebaiknya mampir di Dusun Gumise membeli tenun sebagai buah tangan. Di sini sudah disediakan ruang pajang (show room) oleh para pengrajin setempat.

3. Cukli Sesela

Kerajinan cukli di Desa Sesal bisa ditemukan dengan beragam ukiran yang menawan.

Desa Sesela terkenal sebagai salah satu sentra usaha kerajinan ukir-ukiran di wilayah Lobar. Desa ini terkenal karena kerajinan ukir cukli yang dilakoni warganya.

Kerajinan cukli merupakan kerajinan berbahan dasar dari kulit kerang. Namun ada juga yang berbahan mutiara laut.

Para pengrajin cukli di Desa Sesela sangat mengedepankan originalitas dan kualitas. Tak heran dari setiap karya kerajinan yang diproduksi mampu tampil beda.

Para perajin ini akan menempelkan kulit kerang yang sebelumnya sudah dipotong-potong menjadi berbagai motif dengan bentuk yang beragam. Ada yang berbentuk segi tiga, segi empat hingga segi enam pada sejumlah aneka kerajinan kayu yang dibuat dalam bentuk kursi, meja, peti, kotak hingga ukir-ukiran khas Lombok.

Para perajin cukli di Desa Sesela biasanya menggunakan kayu Mahoni sebagai bahan dasar pembuatan sejumlah ukiran yang akan diberikan cukli. Beragam jenis barang yang ditempelkan cukli seperti sofa dan bufet, bingkai cermin, kursi, meja, lemari, dan sejumlah kerajinan lainnya.

Desa Sesela sendiri terletak di Kecamatan Gunungsari. Desa ini sangat dekat dengan. Pusat ibukota Provinsi NTB, yakni Kota Mataram. Selain itu, dekat pula dengan destinasi wisata Pantai Senggigi. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar