728x90

ad

Program P4, Millenial Diajak Terjun ke Dunia Pertanian

SOSIALISASI: Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BPTP) NTB, Baiq Rahmayati saat sosialisasi Program P4.

SELONG
-- Masalah ketersediaan kebutuhan pangan merupakan persoalan serius. Salah satu sisi yang diatensi di sektor menipisnya lahan pertanian.

Lantaran itu pemerintah terus menggalakan berbagai program. Salah satunya melalui Program Pemberdayaan Petani Pemasyarakatan PHT (P4).

Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BPTP) NTB, Baiq Rahmayati menerangkan, 4P merupakan program baru. Dari 30 provinsi di Indonesia hanya 10 yang menjadi percontohan program tersebut, salah satunya yakni NTB.

"Bagi kita ini baru dan menjadi tantangan bersama," ucap Baiq Rahmayati, saat ditemui JEJAK LOMBOK, Rabu (19/5).

Namun demikian baginya, hal itu menjadi sesuatu yang istimewa lantaran dapat dipercayakan untuk mengelola program baru itu.

Program 4P, terangnya, berfokus pada tanaman pangan. Program ini diharap merubah mindset pertanian agar lebih banyak menghasilkan pangan.

Dulu, kata dia, merubah pikiran petani agar berpindah ke tanaman hayati itu sulit. Ini karena petani terjebak pada sulitnya mendapatkan pestisida kimia.

Anggapan itu, yang disebutnya sebagai terobosan, dan mindset itu harus dimulai dari sekarang. Terlebih, setiap tahun harga pupuk semakin mahal bukan semakin murah.

Program itu, sebutnya, sebagai sesuatu hal yang baru dan berani. Keadaan saat ini merupakan peluang serta ruang untuk memberdayakan petani.

"Kita harus masuk memasyarakatkan dan memberdayakan petani atau komunitas yang telah menghasilkan agen-agen hayati," ucapnya.

Pemberdayaan itu melalui pelibatan generasi muda yang memiliki kans besar menjadi petani. Selama ini, menjadi petani konotasinya adalah hal yang kotor, khususnya bagi pemuda.

Lantaran itu, pihaknya menggandeng anak muda kreatif untuk diberikan tantangan guna memunculkan hal-hal baru. Seperti membuat pestisida nabati dan pengendalian hayati.

Dari pertimbangan itu dinilai menjadi dasar pemikiran pemerintah pusat melibatkan kaum millenial. Mengingat dalam program ini dibutuhkan edukasi yang tinggi dan pemahaman jejaring teknologi yang baik.

Harapannya, ucap dia, kedepan generasi muda pengendalian maupun perlindungan budidaya pertanian dapat terus bertambah.

"Karena ini program baru, kita berharap kaum millenial tertarik untuk terjun ke pertanian," harapnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar