Pariwisata INAK Tercetus di "Nepal van Lombok"

DISKUSI: Menparekraf RI Sandiaga Uno, Gubernur NTB H Zulkifliemansyah dan Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy saat berdiskusi dengan para pegiat pariwisata di Sembalun.

SELONG
-- Tidak berlebihan kiranya menyebut kawasan Sembalun sebagai Nepal van Lombok. Bentangan alamnya yang berupa pegunungan serupa dengan negara yang berada di kawasan Himalaya tersebut.

Kamis malam (6/5), para pegiat wisata di Lombok Timur terlibat diskusi intens dengan sejumlah pejabat ternama di Sembalun. Di antaranya ada Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur NTB H Zulkifliemansyah dan Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy.

Dalam diskusi itu masa pandemi dinilai benar-benar memberi cobaan luar biasa. Kepungannya terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat dunia sangat berasa.

Buntut terjangannya telah memaksa umat manusia beradaptasi dalam aktivitas sehari-hari. Pandemi ini pula yang menjadi inspirasi lahirnya gagasan pariwisata INAK (Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi).

Kontan gagasan ini mendapat sambutan hangat dari Menparekraf Sandiaga Uno. Ia mengaku mengapresiasi dan sangat tertarik dengan konsep pengembangan pariwisata berbasis INAK itu.

"Saya sangat tertarik dengan gagasan pariwisata INAK ini yang bertujuan menghasilkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan," ujarnya. 

Sandi juga mengupayakan hibah pariwisata bagi pengembangan kawasan Geopark Rinjani. Ini penting lantaran kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan di Lombok Timur.

Hibah ini diharap segera bisa dieksekusi untuk pembenahan kawasan tersebut.

Ia juga salut atas pengembangan pariwisata di Lombok Timur yang memadukan alam, budaya dan ekonomi kreatif. Perpaduan ini mampu memberdayakan perempuan dalam setiap lini pengembangan ekonomi masyarakat.

Bukan hanya kawasan Rinjani, Sandi juga menyinggung KEK Mandalika. Pihaknya memberi perhatian yang luar biasa terhadap kawasan ini.

Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya bantuan dana hibah pariwisata sebesar Rp 3,7 triliun. Dana sebanyak ini diperuntukkan bagi pengembangan kawasan tersebut.

Pihaknya berharap dengan akan digelarnya perhelatan World superbike dan MotoGP di Mandalika, hendaknya bisa memberikan multiplier effect  yang besar bagi pelaku pariwisata. Perhelatan MotoGP harus memberdayakan pemberdayaan masyarakat. (jl)

Posting Komentar

0 Komentar