Jejak Terkini

Daging Beku Asal India Ganggu Harga Daging Lokal

Hultatang

SELONG
-- Ketersediaan daging segar lokal di Lombok Timur masih terbilang aman. Hanya saja, harganya terganggu kehadiran daging beku asal India.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan Lombok Timur, Drh. Hultatang mengungkapkan, hal berdasarkan hasil survei yang dilakukan bersama timnya beberapa waktu lalu. 

Setiap hari di Lotim Rumah Potong Hewan (RPH) per hari dapat memotong 10 ekor sapi. Terendah RPH dapat memotong 6 ekor sapi. 

"Dari jumlah tersebut, persediaan stok daging hingga lebaran tetap aman," ucapnya, Jum'at (7/5).

Namun, dibalik keamanan stok daging lokal, Hultatang menilai adanya kendala serius yang harus dicari solusinya. Daging beku asal India disebutnya menjadi ancaman serius para RPH. 

Pasalnya, selisih harga daging beku dengan daging segar cukup jauh. Akibatnya, penjualan daging segar di Lotim menurun drastis. 

Ia menyebut selisih harga daging beku dengan daging segar cukup jauh. Harga daging beku berkisar Rp 80 ribu per kilogram, sementara harga daging segar Rp. 120 ribu per kilogram.

Sebelum masuknya daging beku di Lotim, penjualan daging segar di pasaran hingga mencapai 50 kg per hari oleh pedagang. Namun begitu, dengan adanya daging beku asal India tersebut, penjualan daging segar hanya mampu mencapai 30 kilogram saja.

Selain berdampak menurun, kualitas kesehatan daging beku masih diragukan. Hal itu berdasarkan hasil sidak yang dilakukan di sejumlah pasar. 

Ia menyebut, cara penjualan yang tidak efektif mengakibatkan menurunnya kualitas daging. 

Terhadap kondisi ini, Hultatang bakal terus melakukan sosialisasi guna mengimbangi jumlah permintaan daging beku. Untuk mengimbangi harga, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Perdagangan menggelar pasar murah di sejumlah lokasi.

"Cara penjualan di pasar yang becek rentan menurunkan kualitas kesehatan daging," ucapnya. (hs)

Posting Komentar

0 Komentar