Jejak Terkini

Tiu Belimbing, Air Terjunnya Para Santri

MENAWAN: Berada di lokasi tersembunyi, pemandangan curug Tiu Belimbing rupanya sangat menawan. 

-----------

"Berkunjung ke destinasi satu ini dijamin aman. Kendati berada tak jauh dari pemukiman penduduk, tapi potensi keindahannya lumayan bagus dikunjungi."

SAEPUL HAKKUL YAKIN -- SELONG

MENYUSURI Tiu Belimbing di Dusun Kepah, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur terasa berbeda. Sepanjang melintasi jalan yang dilewati, ada kesan tersendiri terpatri di hati.

Betapa tidak, di dusun padat penduduk itu banyak dihuni para santri. Mereka ini mondok menimba ilmu di pondok pesantren sekitar tempat itu.

Rabu siang tadi (31/3), JEJAK LOMBOK menyusuri destinasi tersebut. Sepanjang perjalanan menyusuri jalan pemukiman warga, ada yang tampak beda.

Beberapa kali media berpapasan dengan anak-anak usia remaja berpakaian putih-putih. Mulai dari peci, baju hingga sarung yang dikenakan.

Mereka ini adalah para santri yang mondok dan indekos di dusun tersebut. 

Layaknya santri, saat berpapasan, nampak mereka mereka membawa kitab (buku) pelajaran dengan posisi terdekat. Kitab itu mereka peluk dengan posisi sebelah tangan sembari menyusuri jalan perkampungan tersebut.

Di balik pemandangan itu, di ujung jalan aspal dusun tersebut, ada sebuah Curug yang dinamakan Tiu Belimbing oleh warga sekitar. Di Curug ini biasa dijadikan sebagai tempat para santri tadi mandi di sela waktu senggangnya.

Bersama dua orang santri sebagai kompas, rupanya untuk sampai di destinasi satu ini harus ditempuh sekitar 1 kilometer dari pemukiman warga.


Salah seorang santri Ma'ahad Darul Quran Wal Hadist (MDAH) di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Anjani, Muahmmad Arsanul Ramdani menceritakan, keberadaan curug ini sudah sangat familiar di kalangan santri. Ia pun mendapat kabar awalnya dari para pendahulunya yang sempat tinggal di tempat itu.

You Belimbing disebutnya menjadi salah satu solusi jika musim kemarau tiba. Saat debit air sumur tak menentu, santri yang mondok di daerah setempat sering turun ke air terjun ini hanya untuk mandi.

"Atau kadang saat libur tiba, kalau kita ingin santai, ya ke tempat ini," terangnya.

Kendati berada dekat pemukiman, ujarnya, warga sekitar lokasi justru dianggap jarang berkunjung. Padahal destinasi satu ini tak kalah indah dengan air yang begitu jernih dan segar.

Untuk bisa sampai di lokasi curug setinggi 13 meter ini, melalui tebing menyerupai kotak puzzel. Tebing tersebut tersusun secara alami, yang menambah daya tarik di lokasi.

Tak hanya itu, sepanjang tebing sungai sebelum sampai ke lokasi air terjun, pengunjung akan dimanjakan dengan bebatuan andesit yang memiliki corak ukiran alami. Spot ini disebutnya cocok sebagai spot foto. 

"Karena tebing yang dari bebatuan itu nampak seperti pecahan batu purba bekas letusan gunung," ucapnya.

Santri tingkat satu MDQH Anjani ini menduga, bukan mungkin tebing bebatuan itu merupakan bekas aliran lava letusan Gunung Rinjani di masa lalu.

Setiba di lokasi, di samping kiri kolam curug dihiasi dengan rimbunnya  pohon bambu. Uniknya, pohon-pohon bambu ini melengkung menyerupai tempat pelaminan pengantin.

Di lain sisi, ucapnya, lokasi sungai ini jika dilihat dari ketinggian akan menyerupai hutan belantara. Ini karena saat dipandangi hanya terlihat rimbunnya pepohonan tua.

Di lokasi itu, ujarnya, selain air terjun, aliran kali Belimbing ini dapat dijadikan spot wisata river tubing. 

"Informasi dari para senior kami, jarak setengah kilo dari tempat itu ada juga air terjun lagi," terangnya.

Sementara itu, mahasiswa IAIH Sayikh Zainuudin Anjani, M Izam Hendra mengamini jika lokasi itu sangat eksotis. Menurut cerita yang berkembang, aliran sungai curug itu dulunya menjadi jalur pelarian bagi para serdadu Belanda di masa penjajahan.

Dugaan ini bisa benar. Ini karena bentuk susunan tangga di tebing berbatu itu tersusun sangat rapi.

Sebenarnya, kata dia, jika tempat ini dijadikan salah satu tempat wisata, pengelola tak perlu pusing dengan infrastruktur. Di lokasi, sarana prasarana yang dibutuhkan sudah tersedia dengan baik.

"Infrastruktur sudah ada tinggal dikelola saja. Kan lumayan menambah PAD bagi desa, dan ekonomi bagi warga," ujarnya. (kin)

Posting Komentar

0 Komentar